Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jalan Paralel Penghubung Jagoi-Siding Dalam Tahap Perbaikan

Administrator • Kamis, 4 Februari 2021 | 14:30 WIB
MONITORING :  Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman bersama Forkopimda Kabupaten Bengkayang saat melakukan monitoring perbaikan jalan penghubung antara Kecamatan Jagoi Babang dan Kecamatan Siding yang beberapa waktu lalu amblas usai diterjang banjir.HUMPR
MONITORING :  Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman bersama Forkopimda Kabupaten Bengkayang saat melakukan monitoring perbaikan jalan penghubung antara Kecamatan Jagoi Babang dan Kecamatan Siding yang beberapa waktu lalu amblas usai diterjang banjir.HUMPR

Pasca Amblas Usai Diterjang Banjir


BENGKAYANG - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Bengkayang beberapa waktu lalu masih menyisakan dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat. Tak terkecuali kerusakan berbagai infrastruktur di tiap-tiap Kecamatan yang mengalami banjir dengan intensitas parah. Satu diantara yang mengalami kerusakan parah adalah jalan paralel penghubung antara Kecamatan Siding dan Kecamatan Jagoi babang yang putus akibat longsor sebagai dampak dari curah hujan tinggi sekaligus banjir di area tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pj Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman memastikan bahwa perbaikan jalan nasional tersebut sudah dalam tahap pengerjaan agar kedepannya bisa digunakan secara normal kembali untuk alur lalulintas.

“Kemarin kita sudah memantau langsung ke TKP jalan yang putus itu penghubung antara Kecamatan Siding dan Kecamatan Jagoi Babang. Saat ini jalan tersebut sudah dalam masa pengerjaan (perbaikan) dan sudah bisa dilalui kendaraan,”  ujarnya.

Kendati sudah bisa dilewati, kata Yohanes, namun untuk akses jalan yang masih dalam tahap pengerjaan tersebut masih dalam kategori sulit untuk dilewati. Yahanes mengatakan, setidaknya ada dua spot yang rusak berat akibat longsor tersebut.

Pertama di jalur utama penghubung antara Kecamatan Jagoi dan Kecamatan Siding. Serta spot kedua di jalan sekitaran Dusun Merendeng, Desa Siding, Kecamatan Siding. “Untuk kerusakan ini memang cukup parah. Dan panjang jalan yang amblas ini kurang lebih 90 meter,” katanya.

Dalam hal ini, Pemkab Bengkayang sejak hari pertama jalan tersebut rusak telah berkoordinasi dengan pihak P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) selaku yang bertanggungjawab memelihara jalan yang amblas akibat longsor tersebut. Dia berharap agar pengerjaan jalan tersebut bisa diselesaikan secepat mungkin untuk bisa digunakan kembali dengan sebagaimana mestinya.

“Yang jelas disini kita terus monitor untuk progres pengerjaannya. Kita terus pantau bagaimana perkembangannya, termasuk pengerjaan jembatan Merendeng yang juga rusak dan itu berdampak pada kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Yohanes Budiman juga mengimbau masyarakat Kabupaten Bengkayang untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan bencana alam yang mungkin melanda. Hal tersebut dikatakannya setelah melihat adanya potensi yang cukup tinggi terkait terjadinya Batingsor (banjir, putting beliung, dan tanah longsor) di Kabupaten Bengkayang.

Yohanes juga mangantesikan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai, seperti sekitaran Kecamatan Sungai Raya Kepulauan untuk terus waspada. Terutama kepada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan ketika hendak pergi melaut. Begitu pula untuk masyarakat yang tinggal di area yang rawan longsor.

“Ini harus tetap diwaspadai dan dalam hal ini saya sudah memerintahkan OPD yang bertugas menangani masalah secara operasional. Khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang untuk selalu monitor, serta mempersiapkan berbagai langkah-langkah apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” paparnya.

Inspektur Konsultan Supervisi dalam pengerjaan jalan tersebut, Novianus Andri mengatakan bahwa untuk penanganan pertama pihaknya terlebih dahulu mengerjakan jalan darurat untuk sementara agar bisa dilalui oleh kendaraan umum. Sementara kedepannya jalan tersebut akan dikerjakan ulang menggunakan bahan permanen.

“Kemarin kita juga nunggu acara adat yang dilakukan oleh masyarakat setempat dulu. Baru setelah acara adat selesai, pengerjaan kita lakukan,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa untuk pengerjaannya sejauh ini tidak ada kendala berarti. Hanya saja, karena di sekitar lokasi jalan yang amblas ada masyarakat tang sedang menggelar acara adat, hal tersebut turut berpengaruh kepada tidak bisa masuknya alat untuk pengerjaan.

Sementara terkait titik yang mengalami rusak parah, dirinya menyebut bahwa spot di jalan penghubung antara Kecamatan Jagoi Babang dan Kecamatan Siding merupakan yang terparah.

“Untuk kendala tidak ada. Hanya saja kemarin sedang ada acara adat, jadi kita harus menunggu sampai selesai untuk memasukkan alat-alat yang dipakai untuk pengerjaan jalan yang rusak,” terangnya.

Sementara sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus memastikan bahwa seluruh jajaran DPRD Kabupaten Bengkayang telah diminta untuk turut andil dalam monitoring serta membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di sejumlah daerah. Hal tersebut, kata Fran, dilakukan guna mengetahui apa-apa saja yang diperlukan untuk masyarakat yang sedang terkena musibah.

“Selain itu kita dari DPRD Kabupaten Bengkayang juga telah mengarahkan anggota-anggota kita yang didaerahnya terdampak bencana. Kita sudah minta mereka untuk turun langsung ke lapangan untuk membantu penanganan,” ucapnya.

Fran berharap, selain memberikan banutan, pemerintah juga harus mengambil langkah cepat dengan mengatasi sejumlah infrastruktur yang rusak. Mengingat dampak dari banjir yang melanda sebelumnya mengakibatkan beberapa akses lalu lintas di masyarakat ada yang terputus karena dampak dari banjir yang terjadi, salah satu yang terdampak parah adalah putusnya jalan paralel penghubung Kecamatan Siding dan Kecamatan Jagoi Babang.

“Maka dari itu, kami minta kepada Pemda Bengkayang, khususnya melalui Camat di masing-masing daerah yang terdampak untuk benar-benar dalam mengambil sikap serta pendataan akibat peristiwa banjir yang sebelumnya terjadi,” katanya.

“Ini penting dilakukan dari awal demi tujuan untuk memudahkan dalam hal penanganan kedepannya,” pungkasnya. (Sig) Editor : Administrator
#banjir