"Anjuran Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi, pihak rumah sakit tidak boleh menolak pasien, hanya gara-gara ketersediaan oksigen berkurang," ucap pria yang karib disapa Made tersebut saat diwawancarai, Senin (2/8).
Hal tersebut, kata dia, lantaran melihat situasi belakangan terkait ketersediaan oksigen di sejumlah rumah sakit di Kalimantan Barat, maupun khususnya di Kabupaten Bengkayang tengah mulai menipis. Sementara dilain sisi, pasien yang menjalani rawat inap juga tak sedikit.
Bahkan, dirinya mengakui bahwa Rumah Sakit di Kabupaten Bengkayang sebelumnya sempat kehabisan oksigen hingga memberlakukan buka tutup pelayanan IGD.
Kadinkes Bengkayang juga turut menegaskan bahwa pihaknya akan menegur keras manajemen dan direktur rumah sakit, apabila kedapatan menutup pelayanan hanya gara-gara tidak ada ketersediaan oksigen.
"Melihat situasi dan kondisi saat ini, tentu sangat tidak bijak rumah sakit menolak pasien, apalagi sampai menutup pelayanan," ungkapnya.
Dikatakannya, jika pasien indikasi covid-19 ditolak. Dan akhirnya pulang kerumah. Kondisi dimana tidak mempunyai obat, pelayanan tidak dapat. Akhirnya stress dan berujung meninggal karena stres.
"Hal ini, harus jadi perhatian kita bersama dalam menyikapinya. Silahkan diterima, silahkan dilayani, berikan obat dan pelayanan yang terbaik," tutupnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus sebelumnya mendorong Pemkab Bengkayang untuk memastikan secara serius ketersediaan oksigen di seluruh Rumah Sakit (RS) yang ada, baik swasta maupun milik pemerintah. Khususnya yang menangani pasien terkonfirmasi covid-19.
Hal tersebut dilontarkannya, seiring dengan terus meningkatnya kasus Covid-19 di Kalbar, termasuk di Kabupaten Bengkayang yang saat ini masih berada di zona oranye penyebaran covid-19.
Dirinya melihat, kebutuhan akan oksigen terbilang tinggi di daerah manapun. Berkaca dari kondisi tersebut, dirinya tak ingin disaat kelangkaan oksigen terjadi, pihak pemkab maupun dinas terkait, tidak mampu memenuhi akan kebutuhan oksigen tersebut.
"Saya minta kepada pemerintah supaya betul-betul memperhatikan secara serius dan segera mengantisipasi ketersediaan oksigen," tegas Fransiskus.
Dorongan tersebut dikatakan Fransiskus bukan tanpa alasan. Dirinya tidak ingin, setiap Rumah Sakit khususnya di Kabupaten Bengkayang, tidak mengalami kekurangan dan kelangkaan. Karena ini dapat berdampak pada keselamatan maupun kenyamanan pasien saat dirawat.
Tak hanya itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang juga menegaskan bahwa pihak berwajib harus menindak apabila ada spekulan tabung oksigen di masa pandemi.
"Apabila ditemukan oknum spekulan yang nakal dengan menimbun maupun memainkan stok oksigen, harus segera ditindak secara tegas oleh pihak aparat," ungkapnya.
Fransiskus juga mengharapkan Pemkab untuk lebih mematangkan persiapan-persiapan dini, apabila terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Bengkayang. Terutama dari sisi kecepatan informasi terkait update di rumah sakit, baik terkait ketersediaan oksigen, ketersediaan kamar maupun jumlah pasien.
"Beberapa hal seperti itu perlu diperhatikan, agar komunikasi dan koordinasi berjalan efektif, dan permasalahan dapat diatasi dengan cepat," pungkasnya. (Sig) Editor : admin2