Made menyebut, hingga sampai saat ini pihaknya, baik di dinas dan puskesmas, belum pernah mengadakanI Made Putra Negara covid-19.
"Kedepan kita akan rencanakan pelatihan pemulasaran jenazah covid-19 tersebut,"terangnya, Senin (9/8).
Dirinya juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum lama ini sudah mengusulkan untuk melakukan secara mandiri. Namun, pelatihan yang dimaksud belum bisa terealisasi.
"Kita harap dalam waktu dekat dapat terlaksana. Sehingga seluruh petugas disetiap Puskesmas dilatih untuk pemulasaraan jenazah covid-19," terangnya.
"Tentunya dalam hal ini dilakukan sesuai SOP dan prosedur yang benar," sambungnya.
Lebih jauh, dirinya turur menyampaikan, dalam mewujudkan pelatihan pemulasaran jenazah covid-19 sendiri memang tidak dianggarkan oleh pihak Pemkab. Melainkan dianggarkan untuk insentif kesehatan yang lembur, alat kesehatan, dan barang media habis pakai.
"Saat ini, kita juga lepas kontrol untuk mengalokasikan anggaran kepemulasaraan jenazah covid-19. Kedepan, kita akan berkolaborasi dengan pihak desa atau pemkab, untuk merealisasikan hal tersebut," paparnya.
Sementara untuk diketahui, pemulasaran jenazah adalah pengelolaan atau perawatan jenazah yang mengacu pada prinsip keamanan dan keselamatan.
Terkait hal tersebut, Made mengingatkan, para petugas pemulasaraan jenazah covid-19 ini, agar jangan sampai disepelekan dan tak diindahkan.
"Karena pada prinsipnya, akhir dari pemutusan rantai penyebaran covid-19 salah satunya adalah dengan pemulasaran jenazah. Tentunya sesuai SOP dan prosedur yang berlaku,"tutupnya. (Sig) Editor : admin2