Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengalaman Arum Jeram dan Camping Ground

admin2 • Selasa, 28 September 2021 | 09:59 WIB
DONOR DARAH: Suasana kegiatan donor darah yang dilaksanakan KPPN Putussibau di Aula Kantor KPPN setempat, Selasa (26/10). ANDREAS/PONTIANAK POST
DONOR DARAH: Suasana kegiatan donor darah yang dilaksanakan KPPN Putussibau di Aula Kantor KPPN setempat, Selasa (26/10). ANDREAS/PONTIANAK POST
Bagi sebagian masyarakat di Kalimantan Barat, Kabupaten Bengkayang dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki banyak wisata alam. Bahkan, daerah berjuluk Bumi Sebalo tersebut kerap disebut-sebut sebagai kota seribu riam, lantaran banyak menyimpan pesona alam yang memukau. Tak hanya pesona dataran tinggi perbukitan, di Kabupaten Bengkayang terdapat banyak riam (air terjun) dengan jumlah yang tak terhitung.

SIGIT ADRIYANTO, PISAK

RIAM Parangek, merupakan salah satu riam yang terletak di Kecamatan Tujuh Belas. Meski terbilang cukup muda usia pengelolaannya, namun dengan pesona dan potensi alam yang dimilikinya, membuat para wisatawan terus menerus membicarakan wisata tersebut.

Para wisatawan yang sering menjelajah Kalbar, pasti sudah pernah mengunjungi wisata ini. Selain wisata camping ground,  Riam Parangek juga kerap dijadikan tujuan sebagai destinasi wisata olah raga air cukup ekstrem, seperti arum jeram (rafting).

Mengenai lokasi tepatnya, Riam Parangek terletak di Dusun Segonde, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas. Untuk wisatawan yang ingin ke sana, mesti memakan jarak tempuh hampir tiga jam perjalanan dari pusat Kota Bengkayang. Atau kurang lebih enam setengah jam dari Kota Pontianak.

Thomas Suparto, pemilik dan pengelola wisata Riam Parangek mengatakan bahwa wahana unggulan yang dimiliki Riam Parangek adalah olahraga air atau biasa dikenal dengan rafting.

Dia mengatakan, setiap wisatawan yang berkunjung, pasti ingin mencoba wahana air tersebut. Karena memang, olahraga ini, menurut dia, terbilang seru dan mengasyikkan. Wajib untuk dicoba dan menguji adrenalin wisatawan.

"Olahraga rafting ini menjadi wahana andalan kita, dan dapat memberikan pengalaman berkesan pada wisatawan," tuturnya saat diwawancarai awak media.

Thomas selaku pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di wilayah tersebut menyampaikan, untuk tiket masuk ke Riam Parangek, wisatawan harus merogoh kocek. Hanya 10 ribu rupiah perorang untuk tiket masuk, 5 ribu rupiah untuk parkir motor, dan 10 ribu rupiah untuk parkir mobil. Sedangkan, untuk wisatawan yang ingin mencoba wahana air seperti rafting, cukup mengeluarkan biaya 50 ribu perorang.

Thomas juga menjelaskan, untuk wahana air rafting, satu perahu atau boots rafting maksimal enam orang dan minimal tiga orang dilayani. Kemudian untuk rafting ada pemandu atau skipper yang profesional yang menahkodai wisatawan.

"Kita sediakan dua skipper rafting untuk mengawal wahana rafting tersebut," ujarnya.

Untuk rute rafting, dia membeberkan bisa memakan waktu hampir 40 menit. Waktu tersebut bisa digunakan untuk melewati aliran sungai yang penuh tantangan, bebatuan terjal, aliran air yang deras dan rintangan yang seru. Tentunya itu cocok untuk anak muda yang suka sensasi serta menguji adrenalin.

Dan sebelum hal itu dilakukan, pihaknya akan melakukan edukasi intruksi kepada para wisatawan, memberikan pemahaman mengenai proses rafting yang akan dilalui atau briefing.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, pastikan mempersiapkan diri. Wisatawan harus meluangkan waktu yang cukup leha, agar kunjungan ke wisata tersebut termaksimalkan.

Tidak jauh dari Riam Parangek, para wisatawan juga bisa mengunjungi Riam Ampang, Pangar, dan Merasap dengan waktu tempuh sekitar 10 menitan.  Kemudian ada juga Riam Marum, jika masih ada waktu dan cuaca yang mendukung, karena jalan yang dilalui menuju Riam Marum kondisinya masih kurang bagus, akan licin ketika hujan. (*) Editor : admin2
#wisata arum jeram