Jumlah tersebut dijelaskan Bupati, disebar di SMA sebanyak sebelas batang, SMP sebanyak delapan batang, serta SD sebanyak lima batang di seluruh Kabupaten Bengkayang.
“Ke depan akan kita tambah untuk penghijauan yang menyasar pada lingkungan sekolah. Mengingat Kabupaten Bengkayang memiliki jumlah sekolah sebanyak 274 (ke) SD, 49 TK, 84 SMP, 10 SMK, 30 SMA, dan 2 SLB," sebut Bupati.
Dia juga membeberkan, aksi penanaman pohon juga sudah dilakukan jajaran Pemkab, tepatnya pada April. Ketika itu, Pemkab mendapatkan 300 bibit bantuan CSR, yang kemudian ditanam di area perkantoran Pemda Bengkayang.
"Itu kita tanam ada beberapa bibit pohon. Seperti Mahoni, Ketapang, Kencana, dan beberapa bibit kayu Belian," ucapnya. "Kita tanam di area Kantor Bupati dan kantor-kantor OPD termasuk kecamatan. Nanti di bulan Agustus kita juga akan menanam kembali termasuk di daerah pesisir," tuturnya. "Dan kita akan mulai menanam di pesisir dari Desa Sungai Duri sampai Desa Karimunting dan 12 pulau terdekat akan kita tanami. Hanya saja saat ini kita kekurangan bibit mangrove," timpalnya.
Gubernur Sutarmidji memimpin jalannya melaksanakan giat penanaman pohon serentak. Giat tersebut turut diikuti oleh seluruh wali kota/bupati di seluruh wilayah Kalbar, melalui virtual zoom meeting, kemarin.
Termasuk di antaranya Kabupaten Bengkayang yang turut serta menyelenggarakan, dengan melakukan penanaman pohon di sekitaran area SMP Amkur Bengkayang. Sementara penanaman di Bumi Sebalo sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Sebastianus Darwis, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Lingkungan Hidup Dodorikus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Heru Pujiono, Kepala Satuan Kepolisian Pamong Praja Fabianus Oel, serta jajaran staf di lingkungan Kabupaten Bengkayang.
Sebagai informasi, kegiatan penanaman pohon serentak se-Kalbar kali ini mengusung tema Kalimantan Barat Teduh, Hijau, dan Lestari, dalam rangka pemulihan hutan dan lahan sebagai upaya mendukung forest and other land use (FOLU) Net Sink 2030. Program ini dilaksanakan sebagai panduan Indonesia dalam melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Folu Net Sink 2030 ini juga merupakan bagian dari aspirasi Indonesia menuju Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) pada 2050.
Terkait gebrakan penghijaun yang dilakukan Pemkab Bengkayang, Gubernur Sutarmidji merespons baik program yang telah dilakukan Pemkab. Terlebih, pria yang karib disapa Bang Midji tersebut menyebut Kabupaten Bengkayang memiliki sumber air yang sudah masuk kategori bagus dan baik. Maka dari itu, Bang Midji meminta agar Pemkab mampu menjaga sumber air bersih itu bertahan lama dan lestari. Salah satu upaya yang dilakukan, disarankan dia, bisa dengan menjaga keteduhan dan kehijauan pohon.
Lebih jauh, dirinya turut menyampaikan keinganan berkunjung ke daerah Kabupaten Bengkayang, yang salah satu warganya belum lama ini mendapatkan Penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Pusat. Yakni dalam hal pengembangan jenis tanaman yang ada di daerah sekitar kawasan hutan adat Pikul-Pangajid. (Sig) Editor : Misbahul Munir S