"Terlebih dalam waktu dekat akan diresmikan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) di Kecamatan Jagoi Babang, yang otomatis akan menjadi akses keluar masuk batas wilayah RI-Malaysia," katanya, Senin (21/11) di Bengkayang.
Keberadaan cakupan listrik yang mumpuni dipercaya Darwis bakal mendorong terwujudnya wacana pencanangan Jagoi Babang sebagai daerah industri nantinya.
"Tentunya diperlukan sokongan listrik yang mumpuni untuk memenuhi target pembentukan Jagoi sebagai daerah industri," ujar dia. Apalagi, sambung dia, Kabupaten Bengkayang memang dikenal sebagai daerah power of energy Indonesia. Hal tersebut dilontarkan dia mengingat ada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang letaknya di Bumi Sebalo.
"Bahkan listrik Malaysia dia punya gardu di Bengkayang. Ini jadi bukti bahwa sumber energi ada di Bengkayang. Jadi kita harap lebih untuk bantuan kedepan untuk pembentukan PLTS di perbatasan Jagoi Babang," tuturnya. Terlebih, lanjutnya, Bengkayang bakal diplot sebagai lokasi pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), tepatnya di area Pantai Gosong, Kecamatan Sungai Raya.
"Tentu ini bakal membuat Kalbar, khususnya Bengkayang bisa jadi kawasan industri nasional ke depan," tegasnya.
Lebih jauh, dirinya juga berharap agar Pemerintah Pusat dapat segera memenuhi kebutuhan listrik di beberapa wilayah desa di Bengkayang, yang notabene memang belum tersentuh. "Tak hanya untuk Jagoi saja, namun saya juga harap untuk bantuan aliran listrik ini ke depan bisa terus dilakukan di beberapa desa kita yang belum terpasang. Karena tak menutup fakta bahwa masyarakat kita masih banyak yang miskin dan harus dibantu, khususnya menyoal listrik sendiri," pungkasnya. (Sig) Editor : Misbahul Munir S