Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perwakilan Kemenkumham Tinjau PLBN Jagoi Babang

Misbahul Munir S • Selasa, 6 Desember 2022 | 11:33 WIB
RATA: Inilah kondisi puing-puing rumah betang Dipan Nipan Bolong, Desa Nanga Nyabau, Kecamatan Putussibau Utara yang dilaporkan terbakar pada Minggu (19/7) malam lalu. ISTIMEWA
RATA: Inilah kondisi puing-puing rumah betang Dipan Nipan Bolong, Desa Nanga Nyabau, Kecamatan Putussibau Utara yang dilaporkan terbakar pada Minggu (19/7) malam lalu. ISTIMEWA
Berharap Segera Diresmikan

BENGKAYANG – Gedung Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang sudah rampung dibangun dan sudah dinyatakan siap diresmikan dalam waktu dekat. Rampungnya pengerjaan PLBN Jagoi Babang tersebut turut disambut antusias masyarakat yang berharap agar kehadiran border batas negara RI – Malaysia tersebut bisa segera diperkenalkan, dengan tujuan untuk bisa beroperasi sesegera mungkin.

Terlebih, sebelumnya perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI bersama lembaga terkait lain, yang turut didamping Bupati sudah melakukan peninjauan langsung untuk mengecek kondisi fisik gedung PLBN Jagoi Babang, beberapa hari lalu. Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Bengkayang, Gustian Andiwinata berharap agar rampungnya PLBN Jagoi Babang ini tak hanya selesai di pengerjaan semata. Namun, dia berharap agar segera diresmikan secepat mungkin agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

"Secara fisik PLBN Jagoi Babang memang sudah selesai. Kita sangat senang karena gedung PLBN Jagoi Babang ini sudah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti rumah ibadah, wisma penginapan, hingga tempat kuliner," ungkap Gustian, Senin (5/12) di Bengkayang.

Dirinya menilai pengerjaan dan penataan PLBN Jagoi Babang juga sudah sangat baik. Dari sisi kebersihan dan kerapian halaman, hingga banyaknya pepohonan hijau yang tertanam rapi di area PLBN, diakui dia, sangat memanjakan mata dan menambah nuansa sejuk di area border antar negara tersebut.

"Saya harap ini bisa segera diresmikan, sesuai dengan rencana sebelumnya yang bakal dilakukan langsung oleh Presiden RI, Jokowi," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Bengkayang, Lorensius mengungkapkan PLBN Jagoi Babang berdiri di atas tanah Seluas kurang lebih 16,7 hektare yang terdiri dari zona inti dan zona penunjang. Hal itu diutarakan oleh Lorensius, dengan membeberkan bahwa pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang merupakan salah satu bagian dari program pembangunan 11 PLBN yang diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Sementara untuk pengerjaannya, PLBN Jagoi Babang dimulai sejak November 2020, dengan anggaran bersumber APBN tahun 2020 – 2022 (MYC) sebesar 209,14 miliar rupiah.

Sementara untuk pengerjaannya, Lorensius menjelaskan PLBN Jagoi Babang dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BBPW) Provinsi Kalimantan Barat Ditjen Cipta Karya. "Untuk pembangunan PLBN Jagoi Babang terdiri dari tiga zona bangunan yakni, zona inti, zona penunjang 1 dan 2. Zona inti terdiri dari bangunan PLBN inti, car wash, power house, gudang sita, tempat penampungan sementara sampah (TPS), gerbang Tasbara, pos pemeriksaan imigrasi, toilet dan peralatan x-ray. Untuk zona penunjang 1 terdiri dari bangunan wisma dan mess pegawai. Untuk zona penunjang 2 terdiri dari bangunan masjid, kapel, pasar dan mini terminal," papar Lorensius.

Lorensius menyatakan, seharusnya pengerjaan PLBN sudah selesai dan diresmikan di Juli 2022, namun ada kendala lain sebagainya. "Dari informasi yang saya dapatkan lagi peresmian akan dilakukan bulan Desember ini. Karena ada beberapa kendala, tapi itu kita masih menunggu informasi selanjutnya dari pusat ya, apakah akan diresmikan Desember nanti atau ada perubahan deal lagi?" jelasnya.

Dia menyatakan bahwa yang menjadi kendala selanjutnya yakni jalan menuju titik nol yang masih berupa jalan tanah sekitar 100 meter. Pihaknya juga sudah coba menyurati BBPW. "Mudahan ada tanggapan positif dan juga jika dibangun tentu butuh biaya lagi, dan itu kembalikan ke teknislah," harapnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang sendiri, dipastikan dia, sudah mempersiapkan diri baik itu dari sisi SDM maupun aktivitas penunjang dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat setempat diminta dia untuk dapat proaktif dan kreatif, sehingga tak hanya menjadi penonton saja tapi juga sebagai pelaku.

"Itu yang sedang kita lakukan, sehingga nantinya masyarakat kita bisa siap dan bisa berkompetisi. Masing-masing bisa menunjukkan hasil kreativitas nya lewat UMKM," tuturnya. "Pemda juga sudah menurunkan tim pelatih atau pendamping untuk UMKM kita. Supaya dengan begitu mereka lebih terampil dan menghasilkan produk dengan nilai jual lebih baik," timpalnya.

Lorensius berharap, setelah dibukanya PLBN Jagoi Babang ini terjadi pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Ia juga berharap nantinya ada prioritas untuk tenaga kerja bagi warga setempat. "Memperdayakan warga setempat sesuai dengan keahlian yang mereka punya, sehingga tak ada warga lokal yang jadi penonton saja," tandasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus juga berharap hadirnya PLBN Jagoi Babang ini nantinya menjadi pintu batas yang memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, praktik ilegal di wilayah batas pun diharapkan dia menjadi berkurang.

Sebagai informasi, PLBN Jagoi Babang sendiri merupakan proyek strategis nasional yang merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo, yang rencananya bakal diresmikan pada akhir Desember 2022 atau setidaknya awal tahun 2023 mendatang. (Sig) Editor : Misbahul Munir S
#kemenkumham #PLBN jagoi babang #tinjau