Mengenai hal itu, salah satu tokoh adat Kecamatan Tujuh Belas, Markos mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemda Bengkayang dalam membenahi fasilitas jalan untuk masyarakat Kecamatan Tujuh Belas. Dia juga berharap agar hasil pembangunan infrastruktur dari dana PEN tersebut dapat berdampak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat setempat kedepannya.
"Untuk di kecamatan Tujuh Belas sendiri ada beberapa titik infrastruktur yang dibenahi dan bersumber dari pinjaman PEN tahun 2022," kata Markos, Kamis (19/1).
"Kita apresiasi terlebih hasilnya sudah dirasakan masyarakat kita di Kecamatan Tujuh Belas, dan bahkan saya rasa di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Bengkayang juga sudah terkena imbas pembangunan dari dana PEN ini," timpal dia.
Dia juga mencontohkan salah satu pembangunan yang paling berdampak positif di Kecamatan Tujuh Belas adalah pembangunan ruas jalan sepanjang 18 Kilometer yang memakan dana tak kurang dari 62 Miliar rupiah
Hasil tersebut, menurutnya tentu sudah menjawab keluhan dari masyarakat di Kecamatan Tujuh Belas terkait kepastian pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.
"Terlebih sebelum diperbaiki, jarak tempuh jalan sebelum diperbaiki bisa berjam-jam. Dan ketika sudah selesai diperbaiki bisa diakses dalan hitungan menit saja," paparnya.
"Terlebih lagi jalur yang diperbaiki ini merupakan jalan strategis yang menjadi pusat lalulintas perekonomian oleh masyarakat setempat. Kita bersyukur sebelumnya rusak berat dan sulit dilewati kendaraan sekarang sudah bagus," timpalnya.
Senada dengan hal itu, Anggota BPD Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas, Tiya berharap agar jalan yang sudah dibangun ini kedepan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, serta memperlancar roda pemerintahan dari desa ke tingkat kecamatan.
Apalagi, lanjut dia, saat ini kecamatan Tujuh Belas merupakan salah satu kecamatan yang diplot sebagai area sentral penghasil berbagai jenis pertanian.
"Khususnya kecamatan Tujuh Belas ini dikenal sebagai wilayah penyuplai sayur-sayuran untuk kebutuhan masyarakat. Tak hanya di Bengkayang namun juga di Kalimantan Barat," pungkasnya. (Sig) Editor : Misbahul Munir S