Sigit Adriyanto, Bengkayang
HIYAR yang kini juga aktif sebagai prajurit TNI di satuan Divisi Infanteri 1 Kostrad Depok, mengaku tengah bersiap menghadapi seleksi yang akan dilaksanakan hingga bulan Juni mendatang.
Dalam mempersiapkan diri, Hiyar fokus dalam menyiapkan dan melatih fisik setiap harinya bersama sang pelatih. Beberapa program yang tengah dijalani saat ini adalah peningkatan kekuatan di pagi untuk mengasah pukulan, siang fisik agar di dalam pertandingan tidak keteteran ketika sepanjang ronde, serta malam untuk mengasah kemampuan teknik dalam rangka mengantisipasi berbagai rintangan ketika seleksi nantinya.
"Untuk saat ini, itu merupakan program yang terus saya jalani dengan bimbingan pelatih dalam persiapan menghadapi seleksi. Semoga hasil seleksi yang nantinya akan diumumkan pada 11 Juni, bisa menyatakan saya lolos untuk bertanding di Thailand, mewakili Indonesia, khususnya Kalimantan Barat," paparnya.
Dia juga menjelaskan, Rajadamnern Muay Thai sendiri nantinya akan diadakan dalam beberapa kelas. Di tiap kelas, kata Hiyar akan diwakili tiap provinsi. "Sedangkan di kelas 57 kilogram dan akan bersaing dengan atlet dari 4 provinsi, yakni Kalbar, Kaltim , NTT dan Bekasi (Jawa Barat). ! Nantinya saya dijadwalkan untuk berhadapan dengan atlel NTT," ucap prajurit berpangkat Praka tersebut.
Untuk bisa tampil di ajang tersebut, Hiyar meminta dukungan dan doa dari masyarakat Kalimantan Barat, khususnya kabupaten Bengkayang untuk bisa membawa kemenangan dan mengharumkan nama daerah.
"Saya mohon doa dari masyarakat Kalbar, khususnya Bengkayang. Semoga saya bisa membawa kemenangan dan mengambil tiket di kejuaraan rood to Rajadamnern Muay Thai Thailand di tahun 2023," ucap Hiyar.
Dilain sisi, sosok Hiyar Ismansyah juga memiliki cerita panjang dalam membangun karir sebagai atlet tinju. Dia (Hiyar) merupakan abang kandung dari petinju nasional, yakni Hisar Pacmen atau Hisar Mawan.
Hiyar Ismansyah memulai karier tinjunya pada tahun 2012, dan tahun yang sama pula ia pertama kali mengikuti kejuaraan tinju Cornelis Cup se-Kalbar dan bermain di kelas 52 kilogram. Di ajang pertamanya itu, Hiyar sukses menyabet medali emas.
Kemudian di tahun 2013, berkat prestasi di bidang olahraga tinju, Hiyar ditawarkan untuk mendaftarkan diri sebagai anggota TNI-AD oleh salah satu rekannya yang juga merupakan anggota TNI-AD, tentunya dengan mendaftar lewat jalur prestasi.
"Pada saat itu, saya sudah bekerja di salah satu perusahaan sawit dan sambil menjadi pelatih sepak bola SD. Saya sudah bekerja selama 8 bulan bekerja, tiba-tiba orang tua saya menelpon sambil nangis. Ibu saya bilang ada yang menawarkan masuk TNI dari prestasi," terangnya.
Hiyar pun tertegun mendengar permintaan sang ibu, yang berharap agar dirinya bisa mendaftar untuk menjadi prajurit TNI AD. Terlebih, ibu Hiyar sempat tak merestui kalau dirinya ingin menjadi atlet tinju.
"Saat itu ibu saya bilang lewat telepon. Tolong balik ibu kasian kamu kerja sawit itu keras. Kemudian saya setuju, namun dengan syarat hanya sekali. Kalau dipercobaan tersebut tidak lulus, saya bilang akan tetap kerja sawit dan jadi pelatih sepak bola," cerita Hiyar mengenang kembali obrolan dengan ibunya saat itu.
Dia juga mengingat kembali, kejadian itu terjadi pada tahun 2014 silam, ketika dirinya mendaftarkan diri sebagai anggota TNI atas permintaan sang ibu. Serangkaian tes turut diikuti, berbekal prestasi yang dimiliki.
Bak semesta mendukung, Hiyar dinyatakan lolos sebagai anggota TNI-AD di tahun 2014 dipercobaannya yang pertama, dan langsung ditugaskan di Jakarta.
Dua tahun berselang (2016), Hiyar kembali diberi kesempatan untuk melanjutkan minat sekaligus bakatnya, yakni olahraga tinju. Saat itu, dirinya diikut sertakan dalam pertandingan di WSBC, dan langsung meraih medali emas. Saat itu ia berhadapan dengan petinju asal Jakarta.
Setahun kemudian, tepatnya 2017, dia kembali mendapatkan medali emas dengan mengalahkan petinju asal Jawa Barat. Kemudian di tahun 2020, Hiyar memutuskan untuk bergabung di olahraga campuran, yakni Muay Thai. Sejak itu dirinya mulai sering naik ring dan kerap meraih kemenangan dengan predikat TKO dan KO.
Dilanjutkan tahun 2021 dan 2022 dia bermain di kejuaraan tarung bebas kick boxing membawa nama kabupaten Bengkayang. Di momen ini ia bersama adik kandungnya, Irawan Purwanto berhasil menjadi juara satu dan mendapatkan penghargaan dari Bupati Bengkayang. Sejak itu pula, ia banyak mendapatkan tawaran hingga di Provinsi Jawa Barat. (*) Editor : Misbahul Munir S