Melihat Pengibaran Bendera Sepanjang 78 Meter di Serindu, Monterado

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 22 Agustus 2023 | 19:36 WIB

BERKIBAR: Ratusan masyarakat mengibarkan Sang Saka Merah Putih sepanjang 78 meter, di area Bukit Tahang, Desa Serindu, Kecamatan Monterado, kemarin.
BERKIBAR: Ratusan masyarakat mengibarkan Sang Saka Merah Putih sepanjang 78 meter, di area Bukit Tahang, Desa Serindu, Kecamatan Monterado, kemarin.
 

MONTERADO – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, menghadiri kegiatan Gerak Jalan Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-78, di Desa Serindu, Kecamatan Monterado, kemarin.

"Saya ingin mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana dan seluruh pihak yang turut berkontribusi, karena pada tahun ini kita sukses menampilkan pesona bendera Merah Putih dengan panjang sesuai dengan tanggal kemerdekaan RI yaitu 17 meter, 8 meter, dan 45 meter (hari jadi Indonesia)," paparnya.

"Tak hanya itu, kita juga berhasil mengibarkan bendera khusus dengan panjang 78 meter yang melambangkan usia bangsa Indonesia di tahun 2023 ini. Bendera raksasa ini berhasil kita kibarkan di area Bukit Tahang, Desa Serindu," tambahnya.

Dia mengingatkan masyarakat dan para tenaga pengajar agar mengisi kegiatan HUT RI, tidak hanya sebatas melakukan aktivitas perlombaan saja, tetapi di dalam hal membina anak-anak dari segi pendidikan sekolah, agar anak-anak mampu bersaing di era modern ini dan membangun Indonesia.

"Khususnya  dalam mempersiapkan dan membangun generasi penerus bangsa di wilayah Kabupaten Bengkayang. Termasuk membangun Kecamatan Monterado, membangun Desa Serindu, harus tegak lurus," tegasnya.

Di sela itu, Bupati Darwis juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya sesuai dengan usianya.

Hal itu diucapkan dia, karena alasan Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang tengah mengupayakan penataan pelajar untuk bisa jadu sarjana.

"Ini program yang kita atensikan di 2024 mendatang. Kita juga siap berinvestasi di sektor pendidikan dengan alokasi dana khusus. Jadi bukan hanya di insfratruktur saja, karena lebih penting berinvestasi di pendidikan juga," terangnya.

Dia juga menjelaskan langkah tersebut diambil, dalam rangka mewujudkan generasi penerus dari Kabupaten Bengkayang yang mampu bersaing dengan daerah lain.

"Masalah sudah tamat jadi sarjana tergantung anak-anak kembali untuk mencari pekerjaan apa yang akan mereka tekuni," katanya.

"Karena Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga tidak bisa memfasilitasi masuk menjadi PNS, semua bisa menjadi PNS semua mempunyai peluang, karena sistem sekarang melalui tes dari pusat yang transparan," paparnya.

Kendati demikian, dia juga berpesan kepada putra-putri Kabupaten Bengkayang tak perlu berkecil hati.

Karena, menurutnya, peluang tak hanya datang pada jenjang karier sebagai PNS, namun dapat dari berbagai sektor.

Tak terkecuali, sebut dia, pertanian yang memang menjadi andalan sebagian besar masyarakat selama ini.

“Peluang pekerjaan banyak. Tidak hanya menjadi PNS saja, tetapi bisa menjadi Petani. Bahkan pendapatan (petani) bisa lebih besar dari pada PNS. Jadi saya rasa tak ada yang perlu ditakutkan atau dikhawatirkan," tutupnya. (Sig)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
bengkayang Sebastianus Darwis bendera Desa Serindu Monterado