Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sosialisasi Alat Pengembangan Puching Pad untuk Atlet Karate Bengkayang

A'an • Jumat, 28 Juni 2024 | 17:21 WIB
Photo
Photo

BENGKAYANG - Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Pontianak, belum lama ini melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Dalam kegiatan itu berfokus pada sosialisasi alat latihan puching pad bagi atlet karate Kabupaten Bengkayang.

Pendamping Dosen Program Magister Pendidikan Jasmani IKIP PGRI Pontianak Muhmmad Suhairi mengatakan PKM yang dilakukan ini dalam bentuk sosialisasi alat latihan puching pad untuk atlet karate Kabupaten Bengkayang. Pendampingan dimulai dengan melakukan kunjungan beberapa tempat pembinaan latihan karate yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Dalam kunjungannya, Muhammad Suhairi yang merupakan Ketua Program studi S2 Pendidikan Jasmani ini mengingatkan agar pemuda yang ikut berlatih bela diri agar tidak hanya mengisi waktu luang saja, namun dibarengi dengan latihan yang benar, terukur dan teratur. Sehingga akan lahir bibit atlet bela diri khususnya cabor karate masa depan Bengkayang dimulai dari pembinaan yang ada di daerah.

Disana pihaknya menggali lebih dalam tentang perkembangan kendala dan kebutuhan yang diinginkan Pembina karate di Kecamatan untuk disinergikan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai implementasi atau penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh dosen kepada masyarakat.

Adanya kegiatan ini diharap bisa menghasilkan pusat pembinaan karate yang baik sehingga dapat melahirkan bibit atlet karate masa depan khususnya untuk membawa nama Bengkayang lebih bersinar.

Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat(PKM) Nevi Hardika mengatakan PKM yang dilakukan dari 15 Juni di SDN 02 Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang sangat bermanfaat untuk kemajuan pembinaan karate di sana.

Dia menjelaskan puching pad yang diperkenalkan adalah produk pengembangan hasil penelitian dengan bentuk alat dan dapat digunakan dari dua sisi tanpa harus dipegang.

Pendampingan dihadiri pelatih, pengurus induk organisasi dan atlet berjumlah 40 peserta terdiri dari masing-masing perguruan. Program ini juga dilanjutkan dengan kegiatan praktek penggunaan alat puching pad, dan tes pukulan untuk mengetahui tingkat keterampilan pukulan atlet karate Bengkayang.

Kegiatan pendampingan diikuti dengan sangat antusias, hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang bertanya saat sesi tanya jawab tiap narasumber, dan antusiasnya peserta mengikuti rangkaian sosialisasi alat saat praktek yang dilakukan pada saat kunjungan awal dan saat pelaksanaan kegiatan PKM.(iza)

Editor : A'an
#bengkayang #PKM #atlet karate #IKIP PGRI PONTIANAK