Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemkab Bengkayang Perkuat Sektor Pertanian Terintegrasi untuk Dukung Swasembada Pangan dan Ekspor Perbatasan

Basilius Andreas Gas • Sabtu, 9 Mei 2026 | 22:01 WIB
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyerahkan bantuan bibit jagung kepada petani di Bengkayang (ANTARA/Narwati)
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyerahkan bantuan bibit jagung kepada petani di Bengkayang (ANTARA/Narwati)

PONTIANAK POST- Pemerintah Kabupaten Bengkayang menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, mengatakan pengembangan sektor pertanian telah menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

“Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui RPJMD 2025-2029 berkomitmen mengembangkan komoditas pertanian secara terintegrasi dan terarah dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas,” kata Sebastianus Darwis di Bengkayang, Sabtu.

Baca Juga: Heboh Hantavirus, dr Tirta Minta Publik Tak Panik: Ungkap Cara Simpel Mencegahnya

Menurut dia, penguatan sektor pertanian sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bengkayang untuk mewujudkan daerah yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi yang inklusif.

Ia menjelaskan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor strategis di Bengkayang karena memberikan kontribusi sebesar 33 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023.

Komoditas unggulan yang menjadi penopang sektor tersebut meliputi kelapa sawit, kelapa, lada, buah-buahan, sayuran, padi, dan jagung.

Baca Juga: Panen Jagung Hibrida di Sungai Ukoi, Polri dan Petani Kompak Perkuat Ketahanan Pangan

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang tahun 2025, luas tanam jagung di daerah itu mencapai 24.126 hektare dengan luas panen 25.507 hektare.

“Sementara produktivitas jagung mencapai 45,05 kuintal per hektare dengan total produksi sebesar 113.006 ton pipilan kering,” ujarnya.

Untuk komoditas padi, luas tanam tercatat mencapai 19.939 hektare dengan luas panen 21.137 hektare. Produktivitas padi mencapai 31,05 kuintal per hektare dengan total produksi 65.625 ton gabah kering giling.

Sebastianus mengatakan pengembangan komoditas unggulan, khususnya di kawasan perbatasan Jagoi Babang, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menilai sektor pangan menjadi isu strategis di tengah pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik global. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan luas tanam, produktivitas, dan produksi pertanian.

Bupati juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui APBD 2026 berupa bantuan benih jagung sebanyak 2.250 kilogram untuk lahan seluas 150 hektare serta bantuan benih padi sebanyak 7.500 kilogram bagi masyarakat perbatasan di sejumlah desa di Kecamatan Jagoi Babang.

Selain itu, ia mengapresiasi kelompok tani yang tetap mengembangkan usaha pertanian di wilayah perbatasan meski menghadapi tantangan infrastruktur dan pemasaran.

Menurut Sebastianus, rencana pembukaan kembali Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang akan menjadi peluang strategis untuk mendorong ekspor hasil pertanian ke negara tetangga.

“Karena itu perlu revitalisasi sarana dan prasarana penunjang seperti jalan raya, jembatan, gudang, cold storage, perizinan, pembiayaan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan ekonomi petani yang berorientasi ekspor,” katanya.

Pemerintah daerah juga mendorong pembangunan kawasan pertanian terintegrasi dan ramah lingkungan berbasis korporasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan pertanian di Bengkayang dinilai berpotensi diintegrasikan dengan sektor pariwisata melalui konsep agrowisata dan ekowisata, terutama di wilayah perkebunan dan kawasan wisata alam.

Sebastianus berharap pemerintah pusat terus meningkatkan dukungan anggaran pembangunan daerah disertai pembinaan dan pengawasan agar pengembangan sektor pertanian berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan penyuluh pertanian memperkuat sinergi dalam meningkatkan produksi, produktivitas, dan nilai tambah hasil pertanian.

“Kepada para penyuluh pertanian lapangan, saya berharap terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait teknologi pertanian inovatif serta memperkuat pendampingan kepada petani dan kelompok tani,” katanya. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#bengkayang #pangan #pertanian #perEkonomian #swasembada