Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Simsalabim, Polisi Sulap Kawasan Tambang Emas Ilegal Jadi Kebun Jagung

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 10 Mei 2026 | 22:31 WIB
Personel Polres Bengkayang bersama kelompok tani melakukan penanaman jagung di lahan eks PETI kawasan Sentagi Dalam, Desa Bani Amas, Kabupaten Bengkayang.
Personel Polres Bengkayang bersama kelompok tani melakukan penanaman jagung di lahan eks PETI kawasan Sentagi Dalam, Desa Bani Amas, Kabupaten Bengkayang.

 

PONTIANAK POST – Lahan bekas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Sentagi Dalam, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, mulai disulap menjadi lahan pertanian produktif.

Kepolisian Resor Bengkayang bersama jajaran Polsek Bengkayang menanam jagung di area eks tambang tersebut sebagai dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Kegiatan penanaman yang berlangsung Sabtu (9/5) itu digelar di Demplot Jagung Polsek Bengkayang dan dipimpin langsung Wakapolres Bengkayang, Suparwoto.

Turut hadir Kapolsek Bengkayang Slamet Widodo, unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, kelompok tani, serta personel Polres dan Polsek Bengkayang.

Penanaman jagung dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di lahan seluas kurang lebih dua hektare yang berada di kawasan Sentagi Dalam.

Kompol Suparwoto mengatakan pemanfaatan lahan eks PETI menjadi area pertanian produktif diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Program ini merupakan bentuk sinergi antara Polres Bengkayang, pemerintah daerah, masyarakat, dan para petani dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada komoditas jagung,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif.

Sementara itu, AKP Slamet Widodo mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung proyek percontohan demplot jagung di lahan eks PETI tersebut.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program swasembada pangan nasional sekaligus inovasi pemanfaatan lahan bekas tambang untuk sektor pertanian.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi polres maupun polsek lain dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” katanya.

Dalam kegiatan itu, peserta melakukan penanaman jagung bersama menggunakan benih jagung hibrida NK 6172-Bt11xGA21 Perkasa Sakti sebanyak sekitar 25 kilogram.

Selain penanaman, Polres Bengkayang juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani sebagai dukungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Polres Bengkayang berharap pemanfaatan lahan eks PETI menjadi kawasan pertanian produktif dapat membantu menciptakan sentra penghasil jagung baru sekaligus memperkuat program swasembada pangan nasional, khususnya di Kabupaten Bengkayang. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#bengkayang #tambang #peti #jagung #emas