BPDP Latih 150 Pekebun Sawit Swadaya di Bengkayang

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 23:44 WIB
Ilustrasi - Petani sawit swadaya. (Antara)
Ilustrasi - Petani sawit swadaya. (Antara)

 

PONTIANAK POST – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Mutu Institute memberikan pelatihan budi daya kelapa sawit kepada 150 pekebun sawit swadaya di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 20 hingga 25 Juli 2026.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignatius, mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit.

"Kelapa sawit memiliki kontribusi penting bagi pembangunan ekonomi Kalimantan Barat, termasuk membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat perkebunan," tuturnya.

Baca Juga: Dari CPO Mentah ke Produk Jadi, Hilirisasi Sawit Untungkan Kalbar

Tingkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan Perkebunan

Menurut Ignatius, kemajuan industri kelapa sawit harus diimbangi dengan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun secara tertib, produktif, ramah lingkungan, serta menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Peningkatan kompetensi pekebun diharapkan mampu mendukung produktivitas kebun sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit Kalimantan Barat.

Materi Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Pekebun

Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute) Wahyu Riyadi mengatakan pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan yang dihadapi pekebun di lapangan agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan.

"Pelatihan ini diharapkan menjadi awal lahirnya pekebun sawit yang semakin profesional, produktif, mandiri, dan mampu menjadi contoh bagi daerah lainnya," ujarnya.

Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit unggul, teknik pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan budi daya kelapa sawit yang berkelanjutan.

Baca Juga: 26.000 Benih Sawit Masuk Kalbar, Lolos Pemeriksaan Karantina

Peluang Pasar Sawit Masih Terbuka

Wahyu mengatakan kebutuhan dunia terhadap kelapa sawit masih tinggi karena komoditas tersebut digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, mulai dari pangan, energi, kosmetik, farmasi, hingga produk turunannya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pekebun Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun sehingga mampu menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi.

"Petani terbaik bukanlah yang paling lama berkebun, tetapi yang terus mau belajar," katanya.

Ia menegaskan keberhasilan usaha perkebunan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh kemampuan pekebun menerapkan teknik budi daya yang tepat dan berbasis pengetahuan.

Diharapkan Mampu Meningkatkan Kualitas Pekebun

Melalui pelatihan tersebut, para pekebun diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara bertahap dan konsisten, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang terukur, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama secara bijak, hingga pengelolaan kebun yang produktif dan berkelanjutan.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat pada 2024 mencapai sekitar 2,16 juta hektare dengan produksi tandan buah segar (TBS) lebih dari 19 juta ton.

Baca Juga: Wagub Krisantus Tegur Perusahaan Sawit yang Abai terhadap Daerah, Minta CSR Tepat Sasaran dan Optimalisasi Pajak Air Permukaan

Kalimantan Barat menjadi salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia, sehingga peningkatan kapasitas pekebun dinilai penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor tersebut.

Sementara itu, data BPS Kabupaten Bengkayang menunjukkan kelapa sawit juga merupakan komoditas perkebunan utama di daerah tersebut. Pada 2024, luas areal kelapa sawit mencapai sekitar 96 ribu hektare dengan produksi lebih dari 1 juta ton TBS.

Potensi itu menjadikan peningkatan kompetensi pekebun swadaya sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
pelatihan pekebun sawit Bengkayang Mutu Institute SDM perkebunan kelapa sawit pekebun sawit swadaya Kalbar BPDP