PONTIANAK POST - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis meminta dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan serta distribusi energi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran pasokan barang dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Bengkayang sebagai daerah perbatasan.
Permintaan itu disampaikan Sebastianus Darwis saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (22/7).
Bupati Bengkayang Soroti Jalan Bengkayang-Singkawang
Sebastianus mengatakan kondisi infrastruktur, khususnya ruas Bengkayang-Singkawang, masih menjadi kendala utama distribusi logistik. Salah satu dampaknya adalah terganggunya pengiriman beras dari Perum Bulog di Singkawang menuju Kabupaten Bengkayang.
"Percepatan perbaikan ruas jalan Bengkayang-Singkawang sangat penting untuk memperlancar distribusi logistik sehingga pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga dan dapat membantu pengendalian inflasi," katanya.
Menurutnya, kelancaran akses jalan menjadi faktor penting untuk menjaga rantai pasok barang, terutama kebutuhan pokok masyarakat di wilayah perbatasan.
Ruas Bengkayang–Singkawang merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang menjadi koridor utama distribusi logistik di kawasan utara Kalimantan Barat.
Jalur ini menghubungkan Kabupaten Bengkayang dengan Kota Singkawang serta menjadi akses menuju kawasan perbatasan, sehingga kelancaran fungsinya dinilai penting bagi arus barang dan mobilitas masyarakat.
Distribusi Solar Terkendala Stok dan Akses SPBU
Selain infrastruktur jalan, Sebastianus juga menyoroti distribusi BBM jenis solar yang masih dikeluhkan pelaku usaha angkutan barang.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bengkayang telah dua kali menggelar rapat koordinasi bersama sopir ekspedisi dan PT Pertamina untuk mencari solusi atas keterbatasan pasokan tersebut.
Menurut hasil pembahasan, distribusi solar terkendala oleh keterbatasan stok dan akses menuju sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang belum memadai bagi mobil tangki berkapasitas besar.
"Kondisi ini diperparah karena akses menuju beberapa SPBU masih sempit sehingga mobil tangki Pertamina berukuran besar kesulitan masuk. Selain itu, truk yang seharusnya dapat mengangkut delapan kiloliter, dalam praktiknya hanya membawa sekitar lima kiloliter. Hal ini perlu mendapat perhatian bersama," ujarnya.
Pemkab Apresiasi Program Energi di Kawasan 3T
Sebastianus mengapresiasi Pertamina yang telah membangun infrastruktur energi melalui program daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menurutnya, program tersebut membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.
Elpiji Bersubsidi Masih Dibeli Warga Luar Daerah
Bupati Bengkayang juga mengungkapkan distribusi elpiji bersubsidi masih menghadapi tantangan.
Menurutnya, tabung elpiji yang dialokasikan untuk Bengkayang masih banyak dibeli masyarakat dari daerah lain, seperti Kabupaten Landak dan kawasan Aruk di Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi ketersediaan elpiji bagi warga Bengkayang.
Bupati Minta Jalan Menuju PLBN Jagoi Babang Ditingkatkan
Untuk memperkuat konektivitas kawasan perbatasan, Sebastianus juga meminta dukungan peningkatan kapasitas ruas Anjungan-Jagoi Babang yang menjadi jalur strategis menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan akan memperlancar distribusi barang dan jasa sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Peningkatan kualitas jalan tersebut tentu akan memperlancar distribusi barang dan jasa, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia," ujarnya.
Bupati Dorong Dukungan Pemerintah untuk Jaga Stabilitas Harga
Sebastianus berharap berbagai persoalan yang disampaikan dalam High Level Meeting dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat rantai pasok, menjaga stabilitas harga, serta mengendalikan inflasi di Kabupaten Bengkayang sebagai salah satu daerah perbatasan.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara