Keripik Anen Bengkayang Siap Ekspor Perdana ke Malaysia, Didampingi Bea Cukai Jagoi Babang

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 00:12 WIB
Bea Cukai Jagoi Babang mendampingi UMKM Keripik Anen memenuhi persyaratan kepabeanan untuk melaksanakan ekspor perdana ke Sarawak, Malaysia. (ANTARA/Humas Bea Cukai Jagoi Babang)
Bea Cukai Jagoi Babang mendampingi UMKM Keripik Anen memenuhi persyaratan kepabeanan untuk melaksanakan ekspor perdana ke Sarawak, Malaysia. (ANTARA/Humas Bea Cukai Jagoi Babang)

 

PONTIANAK POST - Bea Cukai Jagoi Babang mendampingi UMKM Keripik Anen asal Kabupaten Bengkayang memenuhi seluruh persyaratan kepabeanan untuk melaksanakan ekspor perdana ke Sarawak, Malaysia. Pendampingan tersebut menjadi langkah awal bagi produk pangan olahan lokal menembus pasar internasional melalui jalur ekspor resmi.

Kepala Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan pendampingan diberikan agar pelaku UMKM memahami prosedur ekspor sekaligus mampu memenuhi seluruh ketentuan kepabeanan sebelum melakukan pengiriman ke luar negeri.

Baca Juga: Imigrasi Singkawang Perkuat Sinergi Pengawasan di PLBN Jagoi Babang untuk Keamanan Perbatasan

Bea Cukai Dampingi Proses Ekspor hingga CEISA 4.0

Arman menjelaskan asistensi mencakup penyusunan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) hingga penyampaian manifest melalui sistem CEISA 4.0.

"Dalam asistensi ini kami mendampingi pelaku usaha memenuhi seluruh ketentuan ekspor, mulai dari penyusunan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) hingga manifest melalui sistem CEISA 4.0. Setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, Keripik Anen siap melaksanakan ekspor perdana ke Sarawak," katanya.

Menurut Arman, pada tahap awal volume ekspor direncanakan mencapai sekitar 400 kilogram per bulan. Volume tersebut diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya permintaan pasar dan terbukanya peluang ekspansi ke negara tujuan lainnya.

Baca Juga: Jagung Bengkayang Kian Jadi Primadona, Sukses Ekspor Perdana 100 Ton ke Malaysia dari Jagoi Babang

Ekspor UMKM Dinilai Menggerakkan Ekonomi Daerah

Arman menilai keberhasilan ekspor UMKM tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, peningkatan produksi akan mendorong penyerapan tenaga kerja, meningkatkan permintaan terhadap komoditas pertanian lokal, serta memperkuat rantai pasok di Kabupaten Bengkayang.

Ia menegaskan Bea Cukai Jagoi Babang akan terus memberikan edukasi dan asistensi kepada UMKM yang memiliki potensi ekspor agar semakin banyak produk lokal mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga: Ekspor Pertanian Bengkayang via PLBN Jagoi Tembus Rp100 Miliar

Keripik Anen Andalkan Singkong Petani Lokal

Manajer Keripik Anen Yulianti mengatakan pendampingan Bea Cukai memberikan kepastian mengenai prosedur ekspor yang harus dipenuhi.

Ia menjelaskan bahan baku utama Keripik Anen berasal dari singkong mentega yang dipasok petani di Kabupaten Bengkayang. Perusahaan juga bekerja sama dengan petani di Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah untuk memenuhi kebutuhan produksi.

"Pendampingan ini menjadi langkah penting bagi kami untuk memperluas pasar. Selama ini produk kami sudah banyak dibawa reseller ke Malaysia, namun melalui ekspor resmi kami berharap pemasaran dapat berkembang lebih luas," katanya.

Menurut Yulianti, ekspor perdana tersebut diharapkan menjadi awal bagi produk pangan olahan asal Bengkayang untuk memperluas pasar internasional sekaligus meningkatkan permintaan terhadap hasil pertanian lokal.

Baca Juga: Dari Perbatasan Bengkayang RI-Malaysia, Kemenkum Kalbar Identifikasi Potensi Indikasi Geografis Tikar Bidai dan Juah di Jagoi Babang

Ekspor Resmi Diharapkan Buka Peluang Pasar Lebih Luas

Yulianti berharap ekspor resmi ke Sarawak menjadi pintu masuk bagi pengembangan pasar Keripik Anen di luar negeri.

Selain memperluas pemasaran, peningkatan permintaan diharapkan memberikan manfaat bagi petani lokal yang menjadi pemasok bahan baku utama produk tersebut.

Kinerja ekspor melalui PLBN Jagoi Babang menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa komoditas unggulan. Pada Januari 2025, Bea Cukai Jagoi Babang mengawal ekspor sekitar 28,2 ton buah dabai ke Malaysia dengan nilai mencapai Rp170,19 juta yang dilakukan oleh tujuh pelaku usaha.

Selain itu, pada Mei 2026, sebanyak 100 ton jagung asal Kabupaten Bengkayang juga diekspor ke Malaysia melalui PLBN Jagoi Babang sebagai bagian dari penguatan perdagangan lintas batas.

Hal ini menunjukkan peran PLBN Jagoi Babang yang semakin strategis sebagai pintu ekspor produk pertanian dan UMKM Kalimantan Barat menuju Sarawak.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
UMKM Kalimantan Barat ekspor UMKM Bengkayang Bea Cukai Jagoi Babang ekspor ke Malaysia Keripik Anen