Manggala Agni Dorong Pembentukan Lebih Banyak MPA demi Tekan Risiko Karhutla Bengkayang

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:57 WIB
Tim gabungan memadamkan karhutla di Singkawang. (Antara/Humas Manggala Agni)
Anggota Tim Manggala Agni memadamkan karhutla. (Antara/Humas Manggala Agni)

 

PONTIANAK POST — Manggala Agni Daerah Operasi Kalimantan IX/Singkawang mendorong perluasan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa rawan karhutla Bengkayang, Kalimantan Barat. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat pencegahan sejak dini di tengah keterbatasan personel dan meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.

Koordinator Pencegahan Pondok Kerja Manggala Agni Bengkayang, Erlinus Ely, mengatakan MPA dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tingkat desa. Kelompok tersebut berperan dalam pengawasan, edukasi, dan penanganan awal sebelum api meluas.

"Hal ini sebagai upaya memperkuat pencegahan sejak dini di tengah keterbatasan personel dan meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau," ujar Erlinus Ely di Bengkayang, Kamis (6/8).

Baca Juga: Dalkarhut dan JICA Perkuat Pencegahan Karhutla Berbasis Masyarakat, Berdayakan MPA di Tingkat Desa

MPA Jadi Garda Awal Pencegahan Karhutla

Erlinus mengatakan keterbatasan personel membuat Manggala Agni harus menetapkan skala prioritas wilayah rawan karhutla. Penguatan MPA dinilai penting agar upaya pencegahan dapat menjangkau lebih banyak desa.

"Keterbatasan personel membuat kami harus menetapkan skala prioritas wilayah rawan karhutla. Karena itu, penguatan MPA menjadi sangat penting agar pencegahan dapat menjangkau lebih banyak desa," kata Erlinus.

Menurut dia, tantangan yang masih dihadapi ialah kebiasaan sebagian masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi tersebut membutuhkan edukasi berkelanjutan dan pengawasan agar pembukaan lahan tidak memicu kebakaran atau berujung pada proses hukum.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas dan MPA Berjibaku Padamkan Karhutla di Singkawang, Selamatkan Lahan dari Kobaran Api

Pencegahan Dinilai Lebih Penting Sebelum Api Meluas

Erlinus menegaskan pencegahan harus menjadi prioritas seluruh pemangku kepentingan. Penanganan kebakaran akan jauh lebih sulit ketika api sudah meluas.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat desa sebagai bagian penting dalam sistem deteksi dan penanganan awal karhutla. Edukasi juga dibutuhkan agar warga memahami tata cara pembukaan lahan sesuai ketentuan.

Polres Bengkayang Siapkan Strategi Preemtif hingga Penegakan Hukum

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan Polres menyiapkan strategi penanganan karhutla melalui langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum. Menurut dia, sebagian besar kejadian karhutla masih dipicu faktor kelalaian manusia.

"Penanganan karhutla membutuhkan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi semua pihak karena merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi kecamatan yang telah membentuk satgas, posko, maupun Masyarakat Peduli Api sebagai garda terdepan pencegahan," ujarnya.

Kapolres mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Warga diminta segera melaporkan titik api melalui Call Center 110 Polres Bengkayang.

Informasi yang cepat dinilai dapat mempermudah mitigasi. Dengan demikian, kebakaran diharapkan dapat ditangani sebelum meluas dan menimbulkan polusi udara.

Desa Tanggap Bencana Didorong di Setiap Kecamatan

Polres Bengkayang juga mendorong pembentukan Desa Tanggap Bencana dan karhutla di setiap kecamatan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem penanggulangan berbasis masyarakat.

Keberadaan desa tanggap bencana diharapkan mempercepat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Respons masyarakat ketika kebakaran terjadi juga diharapkan semakin cepat.

Baca Juga: Perjuangan Lawan Karhutla: Minim APD, Relawan MPA Rasau Jaya Alami Gangguan Pernapasan

Empat Desa di Kecamatan Bengkayang Sudah Memiliki MPA

Camat Bengkayang Busmet mengatakan MPA telah terbentuk di empat desa. Keempatnya ialah Desa Bani Amas, Tirta Kencana, Setia Budi, dan Bakti Mulia.

Keberadaan kelompok tersebut dinilai efektif memperkuat pengawasan lapangan. MPA juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya mencegah karhutla.

"Kami berharap komunikasi dan sinergi yang dibangun melalui forum ini dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla di seluruh wilayah Kabupaten Bengkayang, terutama melalui peran aktif pemerintah desa dan masyarakat," katanya.

Relawan Desa Butuh Pelatihan dan Peralatan

Camat Sungai Raya Kepulauan Usman Yahya menilai penguatan Desa Tanggap Bencana dan MPA perlu dibarengi peningkatan kompetensi relawan. Dukungan peralatan pemadaman di tingkat desa juga dinilai penting.

Ia berharap Manggala Agni memberikan pelatihan secara berkala. Pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat melakukan penanganan awal ketika kebakaran terjadi.

Karhutla Bengkayang Butuh Kesiapsiagaan Bersama

Perluasan MPA menjadi salah satu upaya mendekatkan pencegahan karhutla kepada masyarakat. Keterbatasan personel membuat kesiapsiagaan desa semakin penting dalam menghadapi potensi kebakaran.

Kolaborasi Manggala Agni, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dari pencegahan. Respons cepat di tingkat desa dapat membantu mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Urgensi perluasan MPA terlihat dari data Manggala Agni yang mencatat luas karhutla di Kabupaten Bengkayang telah mencapai sekitar 1.433,69 hektare, dengan 884 titik panas terdeteksi hingga akhir Juli 2026.

Data tersebut menjadi dasar Manggala Agni meningkatkan patroli terpadu, memperluas edukasi masyarakat, memperkuat jejaring desa, dan mendorong pelaporan dini.

Angka tersebut menunjukkan tantangan pencegahan karhutla di Bengkayang cukup besar. Karena itu, penguatan MPA dinilai penting untuk memperluas deteksi dini dan respons masyarakat di desa-desa rawan kebakaran.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
karhutla Bengkayang Manggala Agni Bengkayang Desa Tanggap Bencana Masyarakat peduli Api pencegahan karhutla