Sumber Air Jadi Kunci Hadapi Karhutla

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:31 WIB
SIAPKAN SUMBER AIR: Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengecek pembangunan sumur bor di Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (27/8/2026). Sumur bor tersebut disiapkan untuk memperkuat ketersediaan air dalam penanganan karhutla sekaligus memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar.
SIAPKAN SUMBER AIR: Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengecek pembangunan sumur bor di Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (27/8/2026). Sumur bor tersebut disiapkan untuk memperkuat ketersediaan air dalam penanganan karhutla sekaligus memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar.

 

PONTIANAK POST – Polres Bengkayang memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dua langkah, yakni menyiapkan sumber air di kawasan rawan dan mempercepat penanganan titik panas. Sebanyak 29 titik direncanakan menjadi lokasi pembangunan sumur bor untuk mendukung pemadaman apabila kebakaran terjadi.

Pada Kamis (27/8/2026), Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab memimpin pengecekan pembangunan sumur bor di samping Pondok Pesantren Darul It-tihad, Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.

Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan dan penentuan titik yang sebelumnya dilakukan bersama tim terkait. Ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau sumber air.

“Ketersediaan sumber air sangat penting dalam penanganan karhutla. Dengan adanya sumur bor ini, diharapkan petugas maupun masyarakat dapat lebih cepat melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran,” ujar Syahirul.

Tidak Hanya untuk Pemadaman

Selain mendukung penanganan karhutla, sumur bor tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air Pondok Pesantren Darul It-tihad dan masyarakat sekitar.

Syahirul mengatakan pembangunan sumber air tidak hanya direncanakan pada satu lokasi. Seluruh jajaran Polsek telah diminta memetakan wilayah yang membutuhkan sumber air, terutama kawasan yang memiliki kerawanan kebakaran.

“Ini tidak hanya satu titik. Saat ini ada 29 titik yang direncanakan untuk pembangunan sumur bor dan sudah kita laporkan kepada Polda Kalbar,” jelasnya.

Menurut dia, lokasi pembangunan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar sumber air berada di titik strategis dan mudah dimanfaatkan saat dibutuhkan.

Sore Hari, Turun ke Lokasi Hotspot

Upaya menyiapkan sumber air tersebut langsung diuji oleh kondisi di lapangan. Pada sore harinya, Syahirul turun melakukan pengecekan dan penanganan titik panas karhutla di Dusun Sumbawa, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya.

Penanganan dilakukan setelah terdeteksi tiga titik hotspot berdasarkan data Aplikasi Lancang Kuning dan Sipongi yang memanfaatkan pemantauan satelit.

Kapolres bersama personel Sat Samapta, Brimob Mabes Polri yang diperbantukan ke Polres Bengkayang, serta Polsek Sungai Raya bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan roda dua.

Salah satu titik berada di kawasan semak belukar dan hutan campuran. Dari sekitar satu hektare area yang diperiksa, diperkirakan sekitar 0,5 hektare telah terbakar.

Air di Sekitar Lokasi Dimanfaatkan

Setibanya di lokasi, personel langsung memeriksa kondisi api dan melakukan pemadaman. Sumber air yang tersedia di sekitar lokasi turut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan.

Langkah cepat dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitarnya.

Selain pemadaman, Syahirul juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan api.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sejak dini sebelum api meluas,” ujarnya.

Respons Cepat Jadi Kunci

Syahirul menegaskan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kerja sama TNI-Polri, pemerintah daerah, dinas terkait, masyarakat, hingga pemilik lahan diperlukan untuk mencegah kebakaran berkembang.

Polres Bengkayang akan terus memantau hotspot dan wilayah yang memiliki potensi karhutla. Patroli serta koordinasi lintas sektor juga akan ditingkatkan.

Pembangunan sumur bor menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sebelum api muncul. Sementara penanganan hotspot dilakukan untuk memastikan kebakaran yang telah terdeteksi dapat segera dikendalikan.

Dengan sumber air yang lebih dekat dan respons yang lebih cepat, api diharapkan dapat dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
pencegahan kebakaran lahan sumur bor karhutla hotspot Bengkayang Sungai Raya Bengkayang polres bengkayang