PONTIANAK POST – Kemarau panjang yang berlangsung bersamaan dengan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat sebagian warga Kabupaten Bengkayang kesulitan mendapatkan air bersih. Sebanyak 150 kepala keluarga dan penghuni Panti Asuhan Hana menerima bantuan air, Selasa (8/9) sore.
Polres Bengkayang menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada warga Selenko RT 025/RW 014, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang. Air diangkut menggunakan kendaraan taktis armoured water cannon (AWC).
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak kemarau dan karhutla. Air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga warga.
“Semoga penyaluran air bersih gratis dari Polres Bengkayang ini dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan Bapak dan Ibu,” ujarnya.
Sebanyak 6.000 liter air harus dibagikan kepada sekitar 150 keluarga dan penghuni panti asuhan. Bantuan itu meringankan kebutuhan mendesak, tetapi belum menjadi solusi permanen apabila kemarau terus berlangsung.
Penyaluran melibatkan jajaran Polres dan Polsek Bengkayang, personel BKO Brimob Mabes Polri, serta Bhayangkari. Polres memastikan bantuan kepada masyarakat akan berjalan beriringan dengan operasi penanganan karhutla.
Selain menyalurkan air, Syahirul mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi kering membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Bisa dengan cara ditebang atau menggunakan metode lain yang tidak menimbulkan api,” katanya.
Penanganan karhutla dilakukan melalui sosialisasi, pembagian masker, pemeriksaan kesehatan, bantuan sosial, pemadaman, hingga penegakan hukum.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di tengah kabut asap. Paparan asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit pernapasan.
“Tolong setiap kegiatan Bapak dan Ibu menggunakan masker karena asap ini merupakan hasil pembakaran hutan dan lahan dan tidak baik untuk kesehatan,” ujar Syahirul.
Polres Bengkayang menyatakan penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api. Bantuan bagi masyarakat terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih, juga akan dilanjutkan.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro