PONTIANAK POST - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 1.596,15 hektare sepanjang Januari hingga September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkayang Dwi Berta Meiliani mengatakan luas karhutla tersebut menempatkan Bengkayang di urutan keenam terbesar dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
"Dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, luas karhutla di Bengkayang menempati urutan keenam terbesar," kata Dwi dalam rapat evaluasi penanganan tanggap darurat bencana asap akibat karhutla di Bengkayang, Selasa (15/9).
Baca Juga: 150 KK Kesulitan Air, Polres Bengkayang Salurkan 6.000 Liter
2.249 Titik Api Terpantau
BPBD Bengkayang juga mencatat sebanyak 2.249 titik api sepanjang Januari hingga 13 September 2026. Titik api tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bengkayang.
Dwi mengatakan penanganan terus dilakukan melalui pemantauan harian titik panas, patroli terpadu, verifikasi lapangan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi kebakaran.
Pemerintah daerah juga melakukan sosialisasi larangan membakar lahan kepada masyarakat dan pemilik perkebunan.
Upaya lainnya berupa koordinasi lintas sektor serta pembagian masker dan penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat yang terdampak asap.
ISPU Bengkayang Sempat Mencapai 676
Selain luas lahan terbakar, kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Data BPBD periode Januari hingga 13 September 2026 menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Bengkayang sempat mencapai 676, yang masuk kategori berbahaya.
Dwi mengatakan dampak asap karhutla dirasakan di seluruh 17 kecamatan di Kabupaten Bengkayang.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan luasan lahan yang terbakar, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Hotspot Menurun, Patroli Tetap Diperkuat
Perwakilan Manggala Agni Bengkayang Verry Andrias mengatakan jumlah hotspot di Bengkayang dalam beberapa waktu terakhir telah mengalami penurunan drastis.
Meski demikian, penanganan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik panas dan mencegah kebakaran meluas.
Manggala Agni bersama unsur terkait melaksanakan Patroli Terpadu Batas Negeri selama 10 hari serta patroli bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah yang terpantau memiliki hotspot.
Patroli tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya deteksi dini agar potensi kebakaran dapat segera ditangani.
Baca Juga: Kapolda Kalbar Tinjau Sumur Bor dan Titik Hotspot Karhutla di Bengkayang-Mempawah
Karhutla Ditemukan di Lahan HGU
Dalam pemantauan lapangan, tim menemukan karhutla di Kecamatan Monterado.
Verry mengatakan lokasi kebakaran berada di lahan hak guna usaha (HGU) milik PT MAGP, yang saat ini disebut sudah tidak beroperasi.
"Dalam pemantauan lapangan, tim menemukan karhutla di Kecamatan Monterado yang berada di lahan hak guna usaha (HGU) milik PT MAGP yang saat ini sudah tidak beroperasi," ujarnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara