Bengkayang Dorong Penguatan Perbankan dan Transaksi Digital di Jagoi Babang

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 23:02 WIB
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis. (Antara)
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan saat ini sejumlah bank telah hadir di kawasan Jagoi Babang dan ke depan layanan tersebut diharapkan semakin berkembang.

"Di Jagoi Babang sudah ada beberapa bank, BSI, BPD, Mandiri, mungkin BRI, dan bank-bank lainnya. Kita yakin bank akan dengan sendirinya datang untuk bisa membuka konter mereka di daerah perbatasan," kata Bupati Darwis, Minggu (20/9).

Menurut dia, bertambahnya layanan perbankan dapat mendukung kelancaran transaksi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan perbatasan.

Jagoi Babang, kata dia, tidak hanya menjadi kawasan lintasan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi perdagangan dan aktivitas ekonomi seiring dengan penguatan konektivitas dengan Sarawak, Malaysia.

"Kita yakin bank akan dengan sendirinya datang untuk bisa membuka konter mereka di daerah perbatasan, dan ini tentunya menumbuhkan satu efek baik arus perdagangan di daerah perbatasan Jagoi Babang," ujarnya.

Baca Juga: Bengkayang Dorong Percepatan Fasilitas CIQS Serikin untuk Perkuat Jagoi Babang

Transaksi Digital Ikut Didorong

Darwis mengatakan transaksi non-tunai menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi kawasan perbatasan karena memberikan alternatif pembayaran bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Penguatan sistem pembayaran digital dinilai perlu berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur perbatasan serta meningkatnya arus barang dan manusia antara Kalimantan Barat dan Sarawak.

"Dengan sendirinya perbankan akan datang. Apalagi sekarang Jagoi Babang sudah ada beberapa bank," katanya.

Baca Juga: BNPP RI dan Malaysia Bahas Pembukaan Kembali Perdagangan Tebedu-Entikong

Selain layanan perbankan, pemanfaatan QRIS juga menjadi bagian dari perkembangan transaksi digital di Bengkayang.

Data BRI hingga Mei 2026 menunjukkan jumlah pengguna aktif bulanan atau Monthly Active User (MAU) BRImo di wilayah kerja BRI KCP Bengkayang mencapai 2.958 pengguna.

Sementara volume transaksi finansial melalui BRImo tercatat lebih dari Rp565 juta dengan jumlah transaksi lebih dari 300 ribu transaksi.

"Capaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam bertransaksi," ujar Pimpinan BRI KCP Bengkayang Vendy Aries Martcahyo.

Hingga Mei 2026, jumlah merchant QRIS binaan BRI di wilayah kerja KCP Bengkayang tercatat sebanyak 398 merchant.

"Angka tersebut menunjukkan masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital dalam berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk pelaku UMKM yang kini semakin banyak menerima pembayaran non tunai," ujarnya.

BRI menyatakan terus mendorong pemanfaatan BRImo dan QRIS untuk memperluas akses layanan keuangan formal, termasuk di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses perbankan.

Baca Juga: Terminal Barang Internasional Jagoi Babang Dibangun pada 2029

Konektivitas Perbatasan Berpotensi Dorong Pariwisata

Penguatan konektivitas perbatasan, menurut Darwis, juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata.

Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kuching, Sarawak, menurut dia, berpotensi melanjutkan perjalanan melalui Jagoi Babang menuju berbagai destinasi wisata di Kalimantan Barat dan wilayah Indonesia lainnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap penguatan layanan keuangan dan transaksi digital dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan perbatasan.

Di sisi lain, BRI juga melakukan pemberdayaan UMKM melalui pendampingan usaha, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, pengembangan produk, serta akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
perbankan Jagoi Babang transaksi digital Jagoi Babang QRIS Bengkayang ekonomi perbatasan Bengkayang perbankan perbatasan Kalimantan Barat