CIQS Serikin Ditargetkan Rampung 2027, Aktivitas Ekonomi Lintas Batas Diproyeksikan Meningkat

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:55 WIB

Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di titik nol antara PLBN Jagoi Babang dan Serikin, Sarawak, Malaysia (ANTARA/Narwati)

Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di titik nol antara PLBN Jagoi Babang dan Serikin, Sarawak, Malaysia (ANTARA/Narwati)

 

PONTIANAK POST - Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di Serikin, Sarawak, Malaysia, saat ini memasuki tahap cut and fill atau pematangan lahan di kawasan titik nol perbatasan.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Bengkayang Yakobus mengatakan pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan rampung pada 2027 dan diharapkan dapat beroperasi pada 2028.

"Untuk pembangunan CIQS Sarawak di Serikin sudah berproses pada cut and fill lahan di kawasan titik nol perbatasan. Diperkirakan tahun 2027 pembangunan fisik selesai dan tahun 2028 diharapkan sudah dapat beroperasi," ujar Yakobus, Senin (21/9).

Menurut Yakobus, pembangunan CIQS di Serikin maupun pengembangan fasilitas perbatasan di Jagoi Babang merupakan hasil kesepakatan Indonesia dan Malaysia.

Proses pembangunan tersebut telah melalui kajian, pembahasan, dan persetujuan pemerintah kedua negara.

Baca Juga: Bengkayang Dorong Percepatan Fasilitas CIQS Serikin untuk Perkuat Jagoi Babang

Perkuat Layanan Lintas Batas

Yakobus mengatakan keberadaan fasilitas CIQS di kedua sisi perbatasan akan memperkuat pelayanan lintasan orang, barang, dan jasa secara resmi.

Dengan fasilitas tersebut, aktivitas ekonomi lintas negara diharapkan dapat berlangsung lebih tertata.

"Dampak dari dibangunnya CIQS kedua negara maka akan sangat membantu layanan lintasan barang dan jasa yang lebih baik dan resmi," katanya.

Peningkatan fasilitas lintasan perbatasan juga dinilai dapat menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Bengkayang dan wilayah Sarawak.

Menurut Yakobus, salah satu peluang tersebut berasal dari peningkatan aktivitas ekspor dan impor.

Dengan beroperasinya fasilitas tersebut nantinya, kawasan Jagoi Babang-Serikin tidak hanya menjadi pintu lintasan masyarakat kedua negara, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi lintas batas.

Bengkayang Siapkan Sisi Indonesia

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, kata Yakobus, terus berkoordinasi dalam menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung di sisi Indonesia.

Persiapan tersebut dilakukan untuk menyambut beroperasinya PLBN Jagoi Babang yang terhubung dengan fasilitas perbatasan di Serikin.

"Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kawasan perbatasan siap menyambut peningkatan aktivitas lintas batas," ujarnya.

Baca Juga: Terminal Barang Internasional Jagoi Babang Dibangun pada 2029

Yakobus menambahkan, kesiapan kawasan perlu dilakukan sejak sekarang karena peningkatan konektivitas perbatasan akan berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat.

Selain itu, kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
CIQS Serikin Jagoi Babang Serikin perbatasan Bengkayang Malaysia PLBN jagoi babang