"Dihelatnya kursus pelatihan lisensi C AFC yang dimulai Senin ini guna mengejar ketertinggalan wasit memiliki lisensi C dari daerah lain," ujar Ketua PSSI Kalbar, Setyo Gunawan, Sabtu (4/11).
Rujukannya, sebenarnya saat perhelatan Liga 3 dan Piala Soeratin U 17 kemarin. Ternyata masih banyak pelatih yang belum memiliki lisensi C AFC. Padahal lisensi C merupakan syarat klub untuk bisa ikut serta dalam turnamen di level Liga 3. "Di Kalbar yang punya lisensi C baru dua. Bung Jefrudin dan Syahril," ujarnya.
Ia melanjutkan dengan adanya pelatihan pelatih lisensi C AFC di Kalbar, bisa mengejar ketertinggalan pelatih lisensi di Kalbar dengan daerah lain. Karena ke depan aturan ini juga tidak bisa ditawar-tawar. Dimana pelatih yang menangani tim Liga 3 dan Soeratin harus berlisensi C.
Dalam kegiatan pelatihan pelatih lisensi C AFC ini PSSI Kalbar juga diberi kemudahan oleh PSSI pusat. Sebab jika tidak ada kemudahan, mengambil lisensi C harus dilaksanakan di Jakarta. Atau di daerah yang klub sepak bolanya berjumlah di atas 50 klub. "Kita harus bersyukur kegiatan bisa dilaksanakan di Pontianak. Setidaknya biaya yang dikeluarkan untuk transportasi kawan-kawan peserta sedikit lebih kecil," ujarnya.
Sekretaris Umum PSSI Kalbar Nanang Setia Budi menambahkan, dari 14 Kabupaten Kota di Kalbar. Total ada 24 pelatih yang ikut serta dalam kegiatan ini. Namun sayang Kabupaten Kapuas Hulu tidak bisa mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dikegiatan ini.
Dengan demikian, dua kuota Kapuas Hulu diberikan untuk Kabupaten lain. Seperti Sambas yang tadinya mengirim dua pelatih ditambah sehingga total empat pelatihnya dikirim mengambil lisensi C. (iza) Editor : Yulfi Asmadi