DALAM satu kali percobaan, Kaesang menjalani ijab kabul dengan lancar. Setelah menuntaskan bagian kabul, Kaesang memang masih tampak tegang dan langsung melirik pada Basuki dan Pratikno. Ucapan ”sah” dari keduanya langsung disambut Kaesang dengan ucapan ”alhamdulillah” seraya menggenggam tangan Erina Sofia Gudono.
Latihan menghafal prosesi ijab kabul selama enam bulan terbayar sudah. Kaesang mengakui, seluruh prosesi terasa sangat menegangkan baginya. ”Senang dapat perempuan cantik,” ucapnya.
Erina tampak malu-malu menggandeng sang suami. Dia mengaku ikut gugup lantaran melihat Kaesang yang tegang sepanjang prosesi akad. Namun, semuanya sudah berganti menjadi rasa senang dan lega.
Kaesang dan Erina resmi menikah dengan maskawin berupa alat salat, uang tunai Rp 300 ribu, dan emas batangan 64 gram. Besaran uang tunai dipilih karena Erina dan Kaesang sama-sama anak ketiga. Sementara itu, emas batangan merupakan maskawin kejutan yang baru diumumkan kemarin. Emas batangan yang digunakan sengaja membentuk tanggal akad pernikahan mereka. Yaitu, 10 gram, 12 gram, 20 gram, dan 22 gram.
Pemakaian cincin pada kedua mempelai tersebut menarik perhatian tamu karena kelakuan dua keponakan Kaesang, Jan Ethes Srinarendra dan Sedah Mirah Nasution. Keduanya bertugas membawakan cincin untuk Erina dan Kaesang, namun mereka malah salting dan teralihkan dengan kamera di hadapannya. Kaesang kemudian berusaha mengarahkan Jan Ethes untuk berdiri di samping Erina.
Pemakaian cincin keduanya juga tak lepas dari kekocakan Kaesang. Dia tampak kesulitan memasangkan cincin di jari manis tangan kanan Erina. Seperti kesempitan. Walau akhirnya berhasil, Kaesang masih nyengir berusaha menutupi kegugupannya.
Rasa lega dan senang juga menyelimuti keluarga dan tamu di kawasan milik Keraton Jogjakarta tersebut kemarin siang. Presiden Joko Widodo dan istrinya, Iriana, mengaku lega dan bahagia melepas anak bungsunya berumah tangga. Melihat pembawaan Kaesang yang masih slengekan dan kurang serius, Jokowi menyampaikan pesan khusus. ”Saya pesan kan sekarang Mas Kaesang sudah punya istri, coba lebih serius. Dikit saja, kalau banyak malah cepat tua,” ucapnya, kemudian tertawa.
Jokowi dan Iriana mengatakan tak menyiapkan hadiah khusus bagi sang putra. ”Hadiah apa ya. Cinta saja,” seloroh Jokowi. Doa terbaik mereka mengiringi perjalanan panjang Erina dan Kaesang hingga menua nanti. ”Yah, sekarang berdua lagi sama bapak,” sahut Iriana.
Akad nikah Kaesang dan Erina dihelat intim dengan undangan tak lebih dari 150 orang. Keluarga dan kerabat dekat diutamakan hadir dalam acara tersebut. Beberapa pejabat yang hadir juga terbatas. Selain Basuki dan Pratikno, ada Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua MPR Bambang Soesatyo, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Hadir pula beberapa artis, antara lain pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Dedi Mahendra Desta, serta Irfan Hakim. Sri Sultan Hamengku Buwono X juga datang bersama GKR Hemas dan tiga putrinya. Paku Alam X dan istrinya, GKBRAy Atika Purnomowati, juga terlihat meramaikan acara akad tersebut.
KGPAA Mangkunegara X turut hadir mewakili keluarganya menyampaikan selamat dan doa terbaik bagi pasangan Kaesang-Erina. ”Kami juga sangat senang atas penyelenggaraan acara di Pura Mangkunegaran besok (hari ini, Red). Ini jadi momen kebudayaan yang menyenangkan bagi kami dan warga Solo,” tuturnya.
Pengamanan yang dilakukan cukup ketat. Gerbang Hotel Royal Ambarrukmo dijaga petugas berseragam dan non berseragam. Setiap orang dan kendaraan yang lewat diperiksa. Tamu yang hadir harus menunjukkan undangan yang dimiliki dan barcode yang terselip di dalamnya. Mereka juga harus menjalani pemeriksaan metal detector sebelum masuk ke area pendapa. Petugas terkait juga dibekali dress code sesuai peran dan kartu identitas berisi foto wajah, nama, dan divisi.
Hemmy Rahmania, salah seorang perias keluarga, menyatakan bahwa pemeriksaan yang dijalani memang cukup detail. ”Tapi tidak yang berlebihan gimana-gimana kok. Yang penting kita jawab jelas saat ditanya,” jelasnya.
Pengamanan ketat juga bakal dilanjutkan dalam resepsi dan ngunduh mantu di Solo hari ini. Polda Jawa Tengah bakal menerjunkan 2.188 personel untuk pengamanan di berbagai titik. Mulai kediaman wali kota Solo di Loji Gandrung hingga Pura Mangkunegaran.
Keluarga adalah Miniatur Masyarakat
Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang menyampaikan khutbah nikah menyampaikan beberapa nasihat kepada mempelai. Dia menekankan bahwa rumah tangga adalah miniatur masyarakat.
Ma’ruf menuturkan, perkawinan adalah tuntunan agama sekaligus sunah rasul. Dengan pernikahan, manusia terus berkembang biak dan bisa menjadi pengelola sekaligus khalifah Allah di muka bumi. ”Melalui pernikahan dibangun rumah tangga. Rumah tangga adalah miniatur masyarakat,” jelasnya.
Mantan ketua umum MUI itu menuturkan, masyarakat yang baik tecermin dari keluarga-keluarga yang baik. Sebaliknya, rumah tangga yang tidak baik cerminan dari masyarakat yang tidak baik pula. Untuk itu, Ma’ruf mengingatkan bahwa peran rumah tangga sangat penting dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, Ma’ruf menyebut pernikahan di dalam Alquran sebagai mitsaqan ghaliza atau perjanjian yang kuat. ”Di dalam Alquran, ada tiga perjanjian yang kuat,” jelasnya. Perjanjian Allah dengan Bani Israil. Kemudian, perjanjian Allah dengan para nabi. Lalu, yang ketiga perjanjian antara suami dan istri yang diikat dalam perkawinan.
Mengapa perjanjian antara suami dan istri adalah perjanjian yang kuat? Sebab, perjanjian suami istri menyangkut kesepakatan bersama hidup sepanjang masa. Lalu, yang kedua, pernikahan adalah ikatan janji antara mempelai pria dan Allah. Hanya, melalui perantara istri atau mempelai perempuan.
”Karena itu, Ananda Kaesang, ketika Anda sudah mengucapkan saya terima nikahnya, berarti Anda sudah berjanji dengan Allah,” papar Ma’ruf. Janji tersebut harus selalu diingat dan dijaga dengan hati-hati. Termasuk bagi para suami yang lain. ”Termasuk saya, tentu sebagai suami,” katanya.
Di pengujung nasihatnya, Ma’ruf berpesan supaya menjaga dan meluruskan niat. Supaya pernikahan menjadi ibadah. Kemudian, keduanya bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya, istri irit bicara atau sebaliknya suka bicara. ”(Misalnya) kalau suami satu kalimat, istrinya kayak petasan, ada,” katanya. Pasti ada sisi-sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyebalkan. Harus bisa diterima dengan apa adanya. (wan/c19/oni) Editor : Misbahul Munir S