PONTIANAK - Universitas Widya Dharma Pontianak (UWDP) merayakan hari jadinya kelima atau lustrum pertama. Dari perayaan tersebut, UWDP meluncurkan program studi (prodi) baru yaitu Bahasa Mandarin Strata Satu (S1). Perayaan dan launching prodi baru ini berlangsung di Gedung Fransiskus Asisi UWDP Jalan Hos Cokroaminito Pontianak, Senin (26/8).
Prodi baru ini merupakan prodi kedelapan di UWDP. Prodi ini rencananya akan aktif kuliah pada awal 2025 mendatang. Ketua Yayasan Widya Dharma Widjaja Tandra dalam sambutanya mengatakan beberapa alasan mengapa Prodi Bahasa Mandarin ini penting dan menjanjikan untuk generasi muda.
“Republik Rakyat Cina (RRC) merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia. RRC juga memiliki kekuatan ekonomi raksasa terbesar kedua setalah AS dan Indonesia menjalin banyak kerja sama dengan RRC. Baik di bidang ekonomi maupun kebudayaan. Oleh sebab itu penting bagi kita menguasai bahasa Mandarin sebagai jembatan penghubung,” kata Widjaja Tandra menjelaskan alasan pentingnya Prodi Bahasa Mandarin di UWDP.
Dalam kesempatan itu juga Widjaja Tandra mewakili pengurus Yayasan Widya Dharma mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada kepemimpinan rektorat dan dosen di lingkungan UDWP serta semua pihak yang telah membantu perjalanan UWDP selama ini. Khususnya terkait UWDP sebagai lembaga yang berperan mencerdaskan kehidupan bangsa dalam pembangunan pendidikan di Kalimantan Barat.
“Saya atas nama pengurus Yayasan Widya Dharma mengucapkan terima kasih kepada kepemimpinan rektorat dan dosen serta semua pihak yang telah membantu dengan sepenuh hati perjalanan UWDP hingga tetap eksis dan berkembang sampai saat ini,” kata Widjaja Tandra.
Widjaja lantas mengingatkan akan perubahan dunia yang semakin dinamis, penuh tantangan dan harus dihadapi UWDP ke depan. Ia mengutip istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Istilah ini menggambarkan keadaan dunia yang gampang berubah, tidak pasti, semakin komplek dan kabur. Kemudian ada pula istilah BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear dan Imprehensible) mendefinisikan keadaan dunia yang rapuh, penuh kecemasan, tidak linear dan tidak dapat dipahami. Ini semua disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengelola UWDP.
“Untuk menghadapi tantangan di era VUCA dan BANI ini, UWDP sebagai yayasan penyelengara perguruan tinggi UWDP telah menerapkan pola kepemimpinan transformasi dan kolaborasi managemen. Pola ini sebagai upaya pengembangan dan pembangunan perguruan tinggi yang tetap berdasarkan sistem bukan figure orang,” kata Widjaja Tandra.
Acara perayaan lustrum UWDP itu sendiri berlangsung sukses, khidmat dan meriah. Rangkaian acara yang digelar dari awal hingga akhir juga berjalan lancar. Dimulai dari Ekaristi (Misa Konselebrasi, Selebran Utama P. Ambot), Tarian Pembukaan Sanggar WD, perayaan ulang tahun UWDP (tiup lilin dan potong kue), launching prodi baru (Mandarin) oleh Rektor/Warek serta kata-kata sambutan dari rektor/warek, Yayasan UWDP, ramah tamah, doa hingga acara persembahan hiburan. (sap/ser)
Editor : A'an