Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rekomendasi Salawat dari Imam Syafi’i yang Dianjurkan untuk Dibaca di Bulan Syaban

Khoiril Arif Ya'qob • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:30 WIB

Ilustrasi membaca salawat pada bulan Syaban.
Ilustrasi membaca salawat pada bulan Syaban.

PONTIANAK POST - Bulan Syaban dikenal sebagai momentum untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca salawat. Imam Syafi’i, salah satu ulama besar dalam sejarah Islam, memberikan rekomendasi bacaan salawat tertentu yang dipercaya membawa keberkahan dan menambah pahala bagi yang mengamalkannya sepanjang bulan Syaban.

Salawat yang Dianjurkan Imam Syafi’i

Ulama terkemuka Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki, dalam kitab Madza fi Sya‘ban, menjelaskan bahwa salah satu bacaan salawat yang sangat dianjurkan untuk diamalkan pada bulan mulia Syaban adalah salawat yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i.

Baca Juga: Di Mana Allah? Cara Menjawab Pertanyaan Anak dengan Bijak Menurut Grand Syekh Al-Azhar

Bacaan ini diyakini memiliki keutamaan tersendiri dan kerap diamalkan oleh umat Islam sebagai bentuk kecintaan kepada Baginda Rasul SAW.

Berikut bacaan salawat yang bersumber dari Imam Syafi’i:

“Wa shallallahu ‘ala Muhammadin ‘adada ma dzakarahu adz-dzakirun, wa ‘adada ma ghafala ‘an dzikrihi al-ghafilun.”

“Semoga Allah melimpahkan salawat kepada Nabi Muhammad sebanyak bilangan orang-orang yang mengingatnya, dan sebanyak bilangan orang-orang yang lalai dari mengingatnya.”

Kisah di Balik Salawat

Di balik bacaan salawat tersebut tersimpan sebuah kisah yang sarat makna. Sayyid Muhammad menuturkan bahwa suatu ketika Ibnu Abdil Hakam bermimpi bertemu dengan Imam Syafi’i.

Dalam mimpi tersebut, ia memberanikan diri bertanya,

“Wahai Imam, apa yang Allah perbuat kepadamu setelah engkau wafat?”

Baca Juga: Kenapa Wujud Nabi Muhammad Tidak Boleh Digambar? Ini Penjelasan Habib Husein Ja’far

Imam Syafi’i pun menjawab bahwa Allah SWT melimpahkan kenikmatan dan ampunan kepadanya. Ia disambut dengan penuh kemuliaan di surga, diarak layaknya seorang pengantin, serta dihujani anugerah dan penghormatan sebagaimana pengantin yang dimuliakan.

Mendengar penuturan itu, Ibnu Abdil Hakam terdiam, diliputi rasa takjub dan penasaran. Dengan rasa ingin tahu yang kian memuncak, ia kembali bertanya,

“Wahai Imam, amalan apa yang engkau lakukan hingga mencapai kedudukan semulia ini?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Imam Syafi’i pun menjawab,

“Dengan perkataanku dalam kitab Ar-Risalah: Semoga Allah melimpahkan salawat kepada Nabi Muhammad sebanyak bilangan orang-orang yang mengingatnya, dan sebanyak bilangan orang-orang yang lalai dari mengingatnya,” dikutip dari Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya‘ban. (*)

Editor : Miftahul Khair
#bulan syaban #salawat #islam #imam syafii #keutamaan