Banyak umat Islam masih bertanya-tanya mengenai hukum berbicara saat wudhu. Apakah hal tersebut makruh, membatalkan, atau justru diperbolehkan?
Dalam kajian fiqih oleh para asatid dari berbagai sumber dijelaskan berbicara saat wudhu tidaklah termasuk membatalkan wudhu.
Namun demikian, para ulama menganjurkan agar seseorang menghindari berbicara selama berwudhu demi menjaga kekhusyukan ibadah.
Wudhu Bukan Sekadar Membersihkan Diri.
Wudhu bukan hanya aktivitas membasuh anggota tubuh, tetapi juga bagian dari persiapan spiritual sebelum melaksanakan salat.
Saat membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, hingga kaki, seorang Muslim dianjurkan menghadirkan niat dan kesadaran ibadah dalam hatinya.
Karena itu, diam saat berwudhu dinilai lebih utama agar ibadah tersebut dapat dilakukan dengan lebih tenang dan khusyuk.
Anjuran Ulama: Tidak Berbicara Kecuali Ada Keperluan
Dalam kitab Minhajul Qawim karya Ibnu Hajar Al-Haitami disebutkana salah satu adab wudhu adalah tidak berbicara kecuali untuk keperluan penting.
Artinya, berbicara tetap diperbolehkan jika ada maslahat. Misalnya, memperingatkan orang lain dari bahaya atau kondisi mendesak. Dalam situasi tertentu, berbicara bahkan bisa menjadi kewajiban.
Jika seseorang berbicara atau mengobrol saat berwudhu, hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi. Bahkan, bisa memunculkan rasa was-was karena perhatian terpecah.
Dampak Berbicara Saat Wudhu
Meskipun tidak membatalkan, ada beberapa dampak yang perlu diperhatikan jika seseorang berbicara saat wudhu:
Pertama, mengurangi kekhusyukan. Berbicara dapat mengganggu fokus dan mengurangi kesadaran dala beribadah.
Kedua, berpotensi mengurangi kesempurnaan wudhu. Orang yang terlalu sibuk mengobrol dikhawatirkan melewatkan bagian anggota wudhu.
Kesimpulan
Secara hukum, berbicara saat wudhu tidaklah makruh dan tidak pula membatalkan wudhu. Namun, hal tersebut sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah.
Seorang Muslim dianjurkan untuk melaksanakan wudhu dengan tenang, penuh kesadaran, dan menghadirkan niat yang ikhlas hanya kepada Allah Subhanahuwata’ala, agar ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina