Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Salat Fardhu Jadi Penentu Amal Akhirat, Ini  Penjelasannya Menurut UAH  

Silvina • Rabu, 22 April 2026 | 10:08 WIB
Ummat muslim sedang salat di masjid
Ummat muslim sedang salat di masjid

 

Salat fardhu memiliki kedudukan paling utama dalam Islam. Dalam berbagai kajian yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH), disebutkan  amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat adalah salat.

Hal ini menegaskan salat bukan hanya kewajiban harian, tetapi juga menjadi ukuran utama dalam penilaian amal seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Hadis Shahih tentang Hisab Salat

Berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Maka, jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika salatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari salat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki salat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari salat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Jami' at-Tirmidzi No. 413 dan Sunan An-Nasa'i No. 466, dinilai hasan dan shahih oleh para ulama)

Hadis ini memberikan gambaran jelas salat menjadi pintu awal penilaian seluruh amal manusia.

Salat Menjadi Penentu Amal Lainnya

Lebih jauh UAH menjelaskan, salat adalah pokok penentu seluruh amalan lainnya.

Jika salat seseorang baik, maka ibadah lain seperti zakat, puasa, hingga interaksi dengan Al-Qur’an juga akan baik. Sebaliknya, jika salatnya tidak terjaga, maka akan berdampak pada rusaknya amalan lain.

Dengan kata lain, kualitas salat mencerminkan kualitas keimanan dan ketaatan seseorang secara keseluruhan.

Indikasi Amal Dilihat dari Salat

Salat menjadi indikator utama kondisi spiritual seorang Muslim. Ketika salat dilakukan dengan khusyuk, tepat waktu, dan sesuai tuntunan, maka biasanya diikuti dengan akhlak dan ibadah yang baik.

Namun, jika salat diabaikan atau dilakukan tanpa kesungguhan, hal itu akan memengaruhi perilaku dan amal lainnya.

Ibadah Besar Tak Bernilai Jika Salat Rusak

Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan ibadah besar sekalipun bisa kehilangan nilainya jika salat tidak dijaga.

Seseorang mungkin telah menunaikan umrah berkali-kali, memiliki ilmu tinggi, bahkan sukses secara duniawi. Namun, jika salatnya tidak baik, maka semua itu tidak memiliki nilai di hadapan Allah Subhanahuwata’ala.

Pesan ini menjadi pengingat keberhasilan sejati seorang Muslim terletak pada kualitas ibadahnya, terutama salat.

Salat Sunnah Menyempurnakan yang Wajib

Dalam hadis tersebut juga dijelaskan jika terdapat kekurangan dalam salat wajib, maka salat sunnah akan menjadi penyempurnanya.

Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga tidak hanya salat wajib, tetapi juga amalan sunnah sebagai pelengkap dan penyempurna.

Salat sebagai Fondasi Kehidupan Muslim

Salat fardhu adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Dari salatlah seluruh amal lainnya dinilai dan ditentukan.

Karena itu, memperbaiki salat berarti memperbaiki seluruh aspek kehidupan, baik hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
#kiamat #salat fardhu #salat #Hisab #amal