PONTIANAK POST - Salat merupakan tiang agama dalam Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim. Kewajiban ini tidak boleh ditinggalkan, baik dilakukan secara pribadi maupun berjamaah.
Menurut Khalid Basalamah, masih banyak orang yang meremehkan salat fardhu. Sebagian hanya mengerjakan satu atau dua kali dalam sehari, bahkan ada yang melaksanakannya sesuka hati tanpa memperhatikan waktu.
Padahal, Allah Subhanahuwata’ala telah memerintahkan dalam Al-Qur’an untuk menjaga seluruh salat dengan baik dan penuh kekhusyukan.
Baca Juga: Hukum Salat Pakai Kaos Kaki atau Sepatu, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Perintah Menjaga Shalat dalam Al-Qur’an
Allah Subhanahuwata’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 238 yang memerintahkan umat Islam untuk menjaga shalat, termasuk memperhatikan kekhusyukan dalam pelaksanaannya.
Perintah ini menegaskan salat bukan sekadar rutinitas, tetapi ibadah yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan dan ketakwaan.
Makna Menjaga Salat Secara Menyeluruh
Para ulama menjelaskan menjaga salat tidak hanya berarti melaksanakannya, tetapi juga mencakup menjaga waktu, gerakan, bacaan, serta persiapannya.
Baca Juga: Bolehkah Mengobrol Saat Wudhu? Ini Hukum dan Adabnya Menurut Ulama Fiqih
Salat tidak seharusnya dilakukan secara tergesa-gesa. Justru, seorang Muslim dianjurkan mempersiapkan diri sejak sebelum adzan agar dapat meraih pahala yang lebih sempurna.
Ancaman Bagi Orang yang Melalaikan Salat
Melalaikan salat bukan hanya menyebabkan hilangnya pahala besar, tetapi juga menjadi tanda kerugian dalam kehidupan seorang Muslim.
Perilaku ini bahkan termasuk dalam kategori yang mendapatkan ancaman dari Allah Subhanahuwata’ala. Sikap lalai dan meremehkan kewajiban salat dapat membawa dampak serius, baik di dunia maupun di akhirat.
Jangan Sampai Menjadi Hamba yang Lalai
Umat Islam diingatkan untuk tidak termasuk golongan yang lalai dalam menjalankan kewajiban salat. Menjaga salat berarti menjaga hubungan dengan Allah Subhanahuwata’ala sekaligus menjaga kualitas keimanan.
Sebaliknya, mengabaikan salat dapat menjauhkan seseorang dari ketenangan dan keberkahan hidup.
Harapan dan Doa untuk Umat Muslim
Semoga setiap Muslim senantiasa diberikan kemudahan untuk menjaga salat tepat waktu, melaksanakannya dengan khusyuk, serta dijauhkan dari sifat lalai.
Baca Juga: 3 Kriteria Ulama Sejati Menurut Gus Dhofir: Rabbani, Ahludz Dzikr, dan Berbasis Ilmu
Dengan demikian, salat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akhirat.
Wallāhua‘lam bishawab
Editor : Silvina