PONTIANAK POST - Salat Jumat merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki Muslim yang memenuhi syarat. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan memiliki kedudukan penting dalam Islam.
Dalam berbagai kajian, termasuk Ustadz Abdul Somad pernah menyebut meninggalkan salat Jumat tanpa alasan yang dibenarkan merupakan perbuatan yang sangat berbahaya bagi keimanan seseorang.
Ia mengingatkan, siapa yang meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut karena meremehkan, maka Allah Subhanahuwata’ala akan mengunci hati, menutup pendengaran, dan penglihatannya. Kondisi ini membuat seseorang menjadi sulit menerima kebenaran.
Dalil Hadis tentang Ancaman Meninggalkan Salat Jumat
Peringatan tersebut memiliki dasar yang kuat dalam hadis Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam
Rasulullah bersabda:
“Barang siapa meninggalkan tiga kali salat Jumat karena meremehkannya, maka Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Hadis ini menunjukkan meninggalkan salat Jumat bukan hanya berdampak pada ibadah, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi hati dan keimanan seseorang.
Dampak Spiritual yang Perlu Diwaspadai
Mengunci hati berarti seseorang menjadi tidak peka terhadap kebaikan. Ia sulit menerima nasihat, enggan mendengar kebenaran, dan cenderung menjauh dari petunjuk Allah Subhanahuwata’ala.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan gambaran peringatan keras agar umat Islam tidak meremehkan kewajiban ini. Rasa takut yang muncul justru diharapkan menjadi pengingat agar senantiasa menjaga salat Jumat dengan baik.
Meluruskan Pemahaman tentang Kematian
Adapun anggapan orang yang tidak salat Jumat akan mengalami kematian tertentu seperti “dimakan cacing tanah” pada dasarnya berlaku bagi semua manusia. Setiap jasad yang dikuburkan akan kembali ke tanah sesuai ketentuan Allah Subhanahuwata’ala.
Karena itu, yang perlu ditekankan adalah dampak spiritual dan ancaman dalam hadis, bukan pada hal-hal yang tidak memiliki dalil khusus.
Pentingnya Menjaga Salat Jumat
Salat Jumat adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan tanpa uzur syar’i, seperti sakit atau kondisi darurat.
Menjaga salat Jumat berarti menjaga keimanan dan hubungan dengan Allah Subhanahuwata’ala. Sebaliknya, meremehkannya dapat membawa dampak serius bagi kehidupan spiritual seorang Muslim.
Semoga kita semua termasuk golongan yang selalu menjaga salat Jumat dan diberikan hati yang tetap terbuka untuk menerima kebenaran.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina