PONTIANAK POST–Persoalan masbuk saat salat berjamaah masih sering membuat bingung sebagian jamaah. Mulai dari posisi duduk saat imam tasyahud akhir, kapan berdiri menambah rakaat, hingga bacaan ketika baru masuk saf.
Untuk menjawab persoalan di atas, simak penjelasan dari Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar seperti dimuat di laman Muslim.or.id.
Apa Itu Masbuk?
Baca Juga: Masbuk Saat Imam Tasyahud Akhir, Duduk Ikut Imam atau Tidak?
Masbuk adalah makmum yang datang terlambat sehingga tertinggal satu rakaat atau lebih dalam salat berjamaah.
Makmum tetap ikut imam, lalu menyempurnakan rakaat yang tertinggal setelah imam salam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Baca Juga: Masbuk dalam Salat, Begini Cara Menyempurnakan Rakaat yang Tertinggal
“Apa yang kalian dapati maka salatlah, dan apa yang tertinggal maka sempurnakanlah.”(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Masbuk Saat Imam Tasyahud Akhir, Duduknya Bagaimana?
Ini bergantung pada jumlah rakaat salat dan berapa rakaat yang tertinggal.
Baca Juga: Ingin Pahala Maksimal Salat Jumat, Lakukan Amalan Ini Sesuai Sunnah Nabi
Jika Salat Dua Rakaat, seperti salat Subuh atau Jumat, maka duduknya iftirasy.Jika salat lebih dari dua rakaat seperti Zuhur, Asar, Magrib, atau Isya, maka rinciannya:
* Jika tertinggal dua rakaat atau lebih : duduk iftirasy
* Jika tertinggal satu rakaat saja: boleh tawarruk mengikuti imam
Baca Juga: Pahala Besar Dibalik Puasa Syawal dan Cara Menunaikannya Menurut Ulama
Iftirasy adalah duduk di atas kaki kiri, sedangkan tawarruk duduk dengan posisi kaki kiri keluar ke samping.
Kapan Masbuk Berdiri Menambah Rakaat?
Pertanyaan ini juga sering muncul. Menurut penjelasan ulama, makmum masbuk boleh berdiri setelah salam pertama imam.
Baca Juga: Hati-Hati Flexing Ibadah di Media Sosial, Ini Bahaya Sum’ah yang Bisa Menghapus Pahala
Namun menunggu hingga imam menyelesaikan salam kedua dinilai lebih sempurna karena lebih mengikuti imam.
Jadi boleh bangun setelah salam pertama. Namun lebih utama bangun setelah salam kedua
Saat Masuk dan Imam Sedang Berdiri, Baca Apa Dulu?
Baca Juga: 6 Perbuatan Makruh yang Sebaiknya Dihindari Saat Puasa, Bisa Bikin Pahala Berkurang!
Jika masuk berjamaah dan imam sedang berdiri membaca pelan (sirriyyah), makmum sebaiknya langsung fokus membaca Al-Fatihah.
Jangan sampai sibuk membaca doa iftitah terlalu lama hingga kehilangan kesempatan membaca Al-Fatihah atau imam keburu rukuk.
Karena doa iftitah hukumnya sunnah. Sementara Al-Fatihah sangat penting dalam salat
Baca Juga: Besar Pahala Salat Subuh Berjamaah di Masjid Wilayah Sambas
Hadis Tentang Mengikuti Imam
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Baca Juga: Tipuan Pahala dan Dosa Ciri Akhir Zaman
Hadis ini menjadi dasar penting bagi makmum agar mengikuti gerakan imam dan tidak mendahului.
Kesimpulan
Masbuk bukan hal yang perlu membuat panik. Jika datang terlambat, jamaah cukup ikut imam sesuai keadaan, duduk sesuai ketentuan, lalu menambah rakaat setelah imam salam.
Memahami aturan masbuk akan membuat salat lebih tenang, tertib, dan sesuai tuntunan syariat.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina