Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jangan Tunda Haji Jika Sudah Mampu, Ini Potensi Resikonya

Silvina • Rabu, 6 Mei 2026 | 13:10 WIB
Penyambutan jemaah haji (DOK JAWA POS)
Penyambutan jemaah haji (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST- Pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya menunda ibadah haji kerap muncul di tengah masyarakat. Terlebih bagi mereka yang secara fisik, finansial, dan keamanan sudah memenuhi syarat untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Dalam kajian “Bulan-Bulan Haji”, Ustaz Syafiq Riza Basalamah, M.A., menjelaskan  pendapat yang lebih kuat di kalangan ulama. Menurutnyna seseorang yang telah mampu wajib segera menunaikan haji. Menunda tanpa alasan syar’i tidak dibenarkan.

Hal ini karena tidak ada jaminan umur, kesehatan, maupun kemampuan di masa depan. Hari ini seseorang bisa saja dalam kondisi sehat dan berkecukupan, namun belum tentu keadaan tersebut tetap sama di kemudian hari.

Baca Juga: Inilah Lima Keutamaan Ibadah Haji yang Mengubah Kehidupan Muslim

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam pun telah mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan. Dalam sabdanya disebutkan, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luang sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.” (HR Al-Hakim).

Risiko Menunda Kewajiban Haji

Menunda kewajiban haji tanpa alasan yang dibenarkan dapat berujung pada dosa. Dalam pandangan sebagian ulama, sikap menunda ibadah wajib bukanlah perkara ringan, karena sama halnya dengan menunda perintah Allah Subhanahuwata’ala. .

Baca Juga: Seperti Apa Definisi Haji Bagi  yang Mampu ? Ini Penjelasan Ulama 

Haji merupakan rukun Islam yang memiliki kedudukan tinggi dan hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu. Ketika seluruh syarat telah terpenuhi, maka kewajiban tersebut seharusnya segera dilaksanakan, bukan ditunda-tunda.

Antrean Haji di Indonesia Jadi Pengecualian

Di Indonesia, kondisi antrean haji yang panjang menjadi faktor yang tidak bisa dihindari. Banyak calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun setelah mendaftar untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Kota Pontianak Berangkat Awal Mei: Dibagi 4 Kloter, Ini Jadwalnya

Dalam situasi ini, penundaan tidak termasuk kelalaian. Sebab, seseorang telah berusaha memenuhi kewajibannya dengan mendaftar, namun terhalang oleh sistem antrean yang berlaku.

Namun berbeda halnya jika seluruh jalan telah terbuka. Apabila seseorang sudah mampu secara fisik dan finansial serta memiliki kesempatan berangkat, tetapi tetap memilih menunda tanpa alasan syar’i, maka hal itu menjadi persoalan serius dalam pandangan syariat.

Panggilan yang Tidak Selayaknya Ditunda

Baca Juga: Kronologi Bus Jemaah Calon Haji Probolinggo Kecelakaan di Jabal Magnet Madinah

Haji adalah panggilan mulia yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menjawabnya. Banyak orang memiliki keinginan kuat untuk berhaji, namun belum diberi kemampuan.

Karena itu, ketika kemampuan telah diberikan, menunda bukanlah pilihan yang bijak. Kesempatan bisa datang sekali dan belum tentu terulang kembali.

Islam mengajarkan umatnya untuk bersegera dalam melakukan kebaikan. Menunda sesuatu yang wajib justru berpotensi membuat seseorang kehilangan kesempatan yang tidak tergantikan.

Baca Juga: Sambut Haji 1447 H, Kereta Cepat Haramain Tambah 210 Ribu Kursi Penumpang

Tidak Ada Jaminan Kesempatan di Masa Depan

Manusia tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok. Hari ini seseorang mungkin sehat dan memiliki kecukupan harta, namun kondisi tersebut bisa berubah kapan saja.

Inilah yang menjadi alasan mengapa para ulama menganjurkan agar ibadah haji tidak ditunda ketika kemampuan sudah ada. Menunda berarti mengambil risiko kehilangan kesempatan yang belum tentu datang kembali.

Baca Juga: Gubernur Hadiri Haul ke-10 Habib Amin Muhsin Alhinduan, Ajak Jemaah Teladani Almarhum

Pada akhirnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan bentuk ketaatan dalam menyambut panggilan Allah Subhanahuwata’ala.

Semoga Alla Subhanahuwataala memudahkan setiap langkah umat Islam untuk menunaikan ibadah haji dan memberikan kesempatan terbaik untuk memenuhi panggilan-Nya menuju Baitullah.

Wallahua’lam bishawab

Editor : Silvina
#mampu #resiko #syafiq riza basalamah #ibadah #haji