Kisah ini dinukil dari laman Kementerian Agama oleh Muhammad Yunus. Dia menceritakan perjalanan seorang ulama sufi, ahli fikih dan hadis, Abdullah bin Mubarak, yang hendak menunaikan ibadah haji ke Makkah. Namun, rencana tersebut berubah ketika ia singgah di Kufah, Irak.
Di sana, ia melihat seorang perempuan tengah mencabuti bulu seekor itik. Abdullah bin Mubarak pun bertanya untuk memastikan kehalalan makanan tersebut.
“Ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?” tanyanya. Perempuan itu menjawab dengan jujur itu adalah bangkai, dan ia terpaksa memakannya bersama keluarga karena tidak memiliki makanan lain.
Baca Juga: Kisah Utsman bin Affan: Sahabat Pemalu yang Dimuliakan Malaikat
Mendengar hal tersebut, Abdullah bin Mubarak awalnya menasihati perempuan itu tentang hukum haramnya bangkai. Namun, jawaban yang ia terima justru membuka matanya lebih dalam. Perempuan itu mengungkapkan ia dan anak-anaknya sudah tiga hari tidak makan.
Ketika Empati Mengalahkan Ambisi Ibadah
Hati Abdullah bin Mubarak tersentuh. Ia kemudian kembali dengan membawa bantuan berupa makanan, pakaian. Bahkan memberikan keledai beserta seluruh barang bawaannya kepada perempuan tersebut. “Ambillah semuanya untukmu,” ujarnya.
Baca Juga: Inilah Lima Keutamaan Ibadah Haji yang Mengubah Kehidupan Muslim
Keputusan itu membuatnya tidak dapat melanjutkan perjalanan haji pada tahun tersebut. Ia memilih tinggal di Kufah hingga musim haji selesai.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa dalam Islam, ibadah tidak hanya berbentuk ritual, tetapi juga kepedulian sosial yang nyata.
Kejadian Tak Terduga Setelah Musim Haji
Baca Juga: Hikmah Besar Dibalik Kisah Nabi Sulaiman dan Semut yang Takut Terinjak
Setelah musim haji berakhir dan Abdullah kembali ke kampung halamannya, ia justru disambut sebagai seorang yang telah menunaikan haji.
Masyarakat dan bahkan para jamaah haji yang pulang bersamanya mengaku melihatnya di berbagai tempat selama pelaksanaan ibadah haji.
Mereka mengaku Abdullah bin Mubarak membantu mereka, memberi minum, bahkan membelikan kebutuhan selama di Tanah Suci.
Baca Juga: Kisah Ulama Salaf Menjaga Ibadah Setelah Ramadan, Teladan Istiqamah Sepanjang Tahun
Namun, Abdullah sendiri merasa bingung karena ia tidak pernah berangkat haji tahun itu.
Mimpi yang Menjawab Semua Misteri
Pada malam harinya, Abdullah bin Mubarak mendapatkan jawaban melalui mimpi. Ia mendengar suara yang mengatakan bahwa Allah menerima amal sedekahnya.
Disebutkan Allah mengutus malaikat yang menyerupai dirinya untuk menggantikan pelaksanaan ibadah haji, dan pahala haji tersebut diberikan kepadanya.
Kisah ini menjadi pelajaran berharga bahwa keikhlasan dalam membantu sesama dapat menghadirkan ganjaran yang luar biasa di sisi Allah.
Baca Juga: Deretan Ulama yang Memilih Jomblo Sampai Akhir Hayat, Berikut Alasan dan Kisahnya
Hikmah: Ibadah Bukan Sekadar Ritual
Cerita Abdullah bin Mubarak mengajarkan ibadah dalam Islam memiliki dimensi yang luas. Tidak hanya sebatas ritual seperti haji, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap sesama manusia.
Dalam kondisi tertentu, membantu orang yang sangat membutuhkan bahkan bisa menjadi amal yang sangat besar nilainya.
Baca Juga: Gerakan Sedekah Berkah Desa Penibung Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu di Bulan Ramadan
Kisah ini juga mengingatkan Allah Maha Mengetahui setiap niat dan perbuatan hamba-Nya, serta mampu membalas dengan cara yang tidak terduga.
Kisah ini menjadi refleksi bagi umat Islam untuk menyeimbangkan antara ibadah ritual dan sosial, serta selalu mengutamakan keikhlasan dalam setiap amal yang dilakukan.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina