PONTIANAK POST –Dalam ajaran Islam, terdapat waktu-waktu tertentu yang diyakini sebagai saat paling mustajab untuk berdoa kepada Allah Subhanahuwata’ala. Pada waktu tersebut, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan kebaikan karena peluang dikabulkannya doa sangat besar.
Penjelasan mengenai waktu-waktu mustajab ini disampaikan oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih di laman Almanhaj. Disebutkan Allah Subhanahuwata’ala memberikan keutamaan berbeda pada setiap waktu. Sehingga umat Islam dianjurkan memanfaatkan momen-momen istimewa tersebut dengan sebaik mungkin, diantaranya :
Sepertiga Akhir Malam Jadi Waktu Istimewa Berdoa
Baca Juga: Wali Kota Lepas 157 CJH Singkawang, Doa dan Harapan Mengiringi Perjalanan Haji
Salah satu waktu paling utama untuk berdoa adalah sepertiga akhir malam. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:*يَتَنَزَّلُ رَبَّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلُّ لَيْلَةٍ إلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرِ*
Sesungguhnya Rabb kami turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan.” (HR Bukhari)
Waktu ini sering disebut sebagai saat terbaik untuk bermunajat karena suasana malam yang tenang membuat hati lebih khusyuk dan dekat kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Baca Juga: Gus Baha Sentil Orang yang Minta Doa Haji Mabrur Tanpa Memahami Rukun Haji
Doa Orang Berpuasa Tidak Ditolak
Selain malam hari, waktu berbuka puasa juga termasuk saat yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: *أَنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةٌ لاَ تُرَدُ* “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.”
Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak hanya menyegerakan berbuka, tetapi juga memperbanyak doa ketika adzan magrib berkumandang.
Baca Juga: Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah Rasulullah SAW Lengkap Beserta Artinya
Waktu Setelah Shalat Fardhu
Berdoa setelah shalat wajib juga menjadi salah satu waktu yang dianjurkan. Dalam hadis dari Abu Umamah, Rasulullah pernah ditanya tentang doa yang paling didengar Allah Subhanahuwata’ala.
Beliau menjawab:*جَوْفَ اللَّيْلِ اْلآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ*“Di pertengahan malam terakhir dan setiap selesai shalat fardhu.”
Baca Juga: Ingin Khusyuk Ketika Salat ? Simak Tipsnya dari Ustadz Abdul Somad
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak terburu-buru meninggalkan tempat shlat dan memperbanyak zikir serta doa setelah menunaikan shalat wajib.
Saat Antara Adzan dan Iqamah
Waktu di antara adzan dan iqamah juga termasuk momen yang sangat baik untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: *لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ اْلأَذَانِ وَاْلإِقَامَةِ* “Doa tidak akan ditolak antara azan dan iqamah.”
Baca Juga: Azan Pitu, Seruan Tujuh Suara yang Menembus Zaman
Hadis ini menjadi pengingat agar umat Islam memanfaatkan waktu menunggu salat berjamaah dengan berdoa dan berdzikir.
Ketika Sujud dalam Salat
Sujud merupakan posisi paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Karena itu, Rasulullah menganjurkan umat Islam memperbanyak doa ketika sujud.
Baca Juga: Salat Perempuan Lebih Utama di Rumah, Simak Dalil dan Penjelasannya
Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas disebutkan: *وَأَمَّا السُّجُوْدُ فَاجْتَهِدُوْا فِي الدُّعَاءِ*“Adapun ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa.”
Momen sujud dianggap sangat tepat untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, hingga keselamatan dunia dan akhirat.
Hari Jumat dan Waktu Turunnya Hujan
Baca Juga: Simak Doa Rasulullah untuk Orang yang Hendak Pergi Haji Beserta Dalilnya
Hari Jumat juga memiliki satu waktu istimewa yang doa di dalamnya tidak akan ditolak. Meski waktunya tidak diketahui secara pasti, sebagian ulama berpendapat momen itu berada antara imam naik mimbar hingga selesai shalat Jumat atau menjelang magrib.
Selain itu, Rasulullah juga menyebut waktu hujan sebagai saat mustajab untuk berdoa. Dalam hadis disebutkan: *ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَتَحْتَ الْمَطَرِ* “Ada dua doa yang tidak tertolak, yaitu doa saat adzan dan ketika hujan turun.”
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hujan merupakan bentuk turunnya rahmat Allah Subhanahuwata’ala sehingga menjadi waktu yang baik untuk berdoa.
Baca Juga: Ketika Petir Menggelegar, Ini Bacaan dan Penjelasan tentang Malaikat
Malam Lailatul Qadar dan Hari Arafah
Malam Lailatul Qadar juga menjadi salah satu waktu paling agung untuk memanjatkan doa. Allah Subhanahuwata’ala berfirman dalam Surah Al-Qadr bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.
Selain itu, hari Arafah juga disebut sebagai waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: *خَيْرُ الدُّعَاءِ يَوْمُ عَرَفَةَ*“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”
Baca Juga: Menjemput Lailatul Qadar: Ikhtiar Spiritual Menyongsong Malam Kemuliaan
Hari Arafah menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak istighfar, zikir, dan memohon berbagai kebaikan kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Muslim Dianjurkan Memanfaatkan Waktu Mustajab
Waktu-waktu mustajab yang dijelaskan dalam hadis menunjukkan besarnya kasih sayang Allah Subhanahuwata’ala kepada hamba-Nya. Setiap muslim dianjurkan tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan keselamatan hidup.
Baca Juga: Hujan Bukan Sekadar Cuaca, Tapi Saat Mustajab untuk Berdoa
Dengan memperbanyak doa pada waktu-waktu istimewa tersebut, seorang muslim diharapkan semakin dekat kepada Allah Subhanahuwata’ala dan memperoleh keberkahan dalam kehidupannya.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina