PONTIANAK POST - Tidak semua dari kita, para pemeluk Islam memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji.
Namun, keterbatasan bukan berarti membuat kita memutus harapan. Ulama kharismatik Gus Baha membagikan amalan sederhana namun penuh makna agar tetap terhubung dengan Tanah Suci, bahkan saat belum mampu berangkat ke Makkah.
Tidak Mampu Haji bukan Akhir dari Segalanya
Pergi ke Tanah Suci merupakan impian besar umat Muslim di seluruh dunia. Berbeda dengan ibadah lainnya, haji mensyaratkan kemampuan, baik secara finansial maupun fisik, agar rangkaian rukun dan wajibnya dapat dijalankan dengan sempurna.
Baca Juga: Gus Baha Jelaskan Hukum Badal Haji, Kapan Wajib dan Siapa yang Menunaikannya?
Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan tersebut. Biaya yang tinggi serta antrean yang semakin panjang menjadi kendala utama bagi banyak calon jemaah.
Namun demikian, kondisi ini tidak seharusnya memadamkan semangat dan kecintaan terhadap ibadah haji.
Amalan dari Gus Baha: Ikut Berbahagia dan Berkontribusi
Dalam sebuah pengajian yang tayang di kanal YouTube Santri Gayeng, Gus Baha menjelaskan bahwa orang yang belum mampu berhaji tetap bisa menunjukkan keseriusannya dalam mencintai ibadah tersebut.
Salah satu caranya adalah dengan ikut merasa senang terhadap orang yang berangkat haji, bahkan jika memungkinkan memberikan bekal kepada mereka.
Baca Juga: Gus Baha Sentil Orang yang Minta Doa Haji Mabrur Tanpa Memahami Rukun Haji
“Misal kamu belum mampu berhaji, maka berilah uang orang yang berangkat haji. Jangan karena tidak mampu haji, malah menghasud orang yang berangkat haji,” ujarnya.
Menurutnya, tindakan sederhana ini memiliki nilai spiritual yang dalam. “Agar sebagian rezekimu ikut mengantar dia ke Makkah. Jadi kamu pede,” terangnya.
Berangkat dari Kaidah Fikih
Pandangan ini didasarkan pada kaidah fikih yang berbunyi: “Jika tidak mampu ideal, maka jangan tinggalkan semuanya.”
Gus Baha mengakui bahwa logika ini terkadang sulit diterima oleh cara berpikir modern. Dalam pandangan umum, orang yang mampu berhaji justru dianggap lebih layak membantu yang belum mampu.
“Orang yang mampu berhaji kok malah disantuni oleh orang yang tidak mampu berhaji?” ungkapnya.
Namun, dalam sudut pandang hikmah agama, logikanya berbeda. Memberi kepada orang yang berhaji bukan soal kemampuan semata, melainkan bentuk kecintaan terhadap ibadah haji dan upaya mendekatkan diri kepada Baginda Nabi.
Baca Juga: Gus Baha Bagikan Tips Haji Murah: Cukup Nabung Rp3 Ribu per Hari, Bisa Berangkat ke Tanah Suci
Kisah Pribadi Gus Baha
Gus Baha juga membagikan pengalaman pribadinya. Meski pernah diminta oleh ayahnya untuk menuntut ilmu di Makkah, ia memilih tetap belajar di Indonesia. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk tetap terhubung dengan Tanah Suci.
Ia mengaku rutin memberikan uang saku kepada teman-temannya yang berangkat ke Makkah.
“Tapi saya kasih mereka uang Real. Saya akali. Karena kalau saya kasih rupiah, khawatir dibelanjakan ke di Indonesia!” kelakarnya. Ucapan tersebut pun disambut tawa para jamaah.
Jaga Niat dan Cinta pada Ibadah Haji
Pesan utama dari Gus Baha adalah menjaga niat dan rasa cinta terhadap ibadah haji, meskipun belum mampu melaksanakannya.
Dukungan kecil kepada orang yang berangkat haji bisa menjadi simbol keterlibatan spiritual yang bermakna.
Pada akhirnya, bukan hanya soal berangkat atau tidak, tetapi bagaimana hati tetap terikat dengan Tanah Suci. (*)
Editor : Miftahul Khair