Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jangan Sakiti Ibu, Kisah Alqamah Ini Jadi Pelajaran Bagi Umat Muslim

Silvina • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:48 WIB
Ilustrasi Alqamah dan ibunya yang pernah disakiti
Ilustrasi Alqamah dan ibunya yang pernah disakiti

 

PONTIANAK POST –Berbakti kepada orang tua, terutama ibu, menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam. Bahkan, menyakiti hati ibu disebut memiliki akibat yang sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat.

Salah satu kisah yang sering dijadikan pelajaran adalah kisah sahabat bernama ‘Alqamah. Meski dikenal sebagai ahli ibadah, ia mengalami kesulitan saat menghadapi sakaratul maut karena pernah melukai hati ibunya.

Kisah tersebut disampaikan oleh Tatam Wijaya sebagaimana dimuat di NU Online.

Baca Juga: Psikolog Ungkap Pentingnya Bahasa Ibu di Tengah Tren Multibahasa Anak

Alqamah Dikenal Rajin Beribadah

Dalam riwayat disebutkan, ‘Alqamah digambarkan sebagai sosok yang sangat taat kepada Allah Subhanahuwata’ala. Ia dikenal rajin melaksanakan salat, puasa, zakat, dan sedekah.

Namun, di akhir hayatnya, ia mengalami kesulitan mengucapkan kalimat tauhid: Laailahaillallah. Padahal, kalimat tersebut sangat penting bagi seorang Muslim yang sedang menghadapi kematian.

Baca Juga: BGN Ultimatum SPPG: Targetkan Lonjakan Penerima Gizi Ibu Hamil dan Balita, Ancaman Suspend Mengintai

Rasulullah Mengetahui Penyebabnya

Ketika keadaan itu dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, beliau kemudian menelusuri penyebabnya. Ternyata, ‘Alqamah masih memiliki seorang ibu yang pernah tersakiti hatinya.

Sang ibu merasa anaknya lebih mementingkan istrinya dibanding dirinya sebagai ibu kandung. Perasaan kecewa dan sakit hati itulah yang menjadi penghalang bagi ‘Alqamah saat menghadapi ajalnya.

Baca Juga: Perjanjian Hudaibiyah, Strategi Damai Rasulullah yang Mengubah Sejarah Islam

Kisah ini menunjukkan betapa besar pengaruh ridha orang tua, terutama ibu, dalam kehidupan seorang anak.

Hati Sang Ibu Akhirnya Luluh

Untuk membuka pintu maaf dari ibunda ‘Alqamah, Rasulullah  Shallallahu’alaihiwasallam   meminta para sahabat mengumpulkan kayu bakar seolah hendak membakar jasad ‘Alqamah.

Baca Juga: Termuda Se-Indonesia: Aila Berangkat Haji di Usia 13 Tahun Bawa Doa untuk Ibunya, Edi Kamtono Kagum Ketulusan Hatinya

Mendengar hal tersebut, naluri keibuan sang ibu pun bangkit. Ia tidak tega melihat anaknya mendapat hukuman demikian.

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam kemudian bersabda kepada sang ibu siksa akhirat jauh lebih pedih dibanding api dunia. Mendengar nasihat itu, hati sang ibu luluh dan akhirnya memaafkan ‘Alqamah.

Pelajaran Penting tentang Ridha Ibu

Baca Juga: Kisah Aila Afifah, Calon Haji Termuda Indonesia Asal Pontianak yang Berangkat Gantikan Ibunda

Setelah mendapatkan maaf dari ibunya, ‘Alqamah akhirnya mampu mengucapkan kalimat syahadat dengan lancar sebelum meninggal dunia.

Kisah yang terdapat dalam kitab Irsyadul-‘Ibad karya Zainuddin al-Malaibari ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar selalu menjaga sikap kepada orang tua.

Berbakti kepada ibu bukan hanya soal memberi materi atau kebahagiaan, tetapi juga menjaga ucapan dan perilaku agar tidak melukai hatinya.

Baca Juga: Peran Ibu Kunci Harmoni Keluarga di Era Digital: Dunia Digital Penuh Tantangan, Erlina Ingatkan Pengawasan Medsos Anak

Introspeksi Diri

Kisah ‘Alqamah juga menjadi renungan mendalam. Umat Islam diajak untuk memperbaiki sikap kepada orang tua dan terus mendoakan mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Jika belum mampu membahagiakan orang tua, setidaknya jangan sampai menyakiti hati mereka. Sebab dalam ajaran Islam, ridha Allah Subhanahuwata’ala juga bergantung pada ridha kedua orang tua.

 

Wallahua’lam bishawab

Editor : Silvina
#alqamah #kisah hikmah #ummat muslim #pelajaran penting #ibu