PONTIANAK POST-Perjalanan menuju Tanah Suci selalu menyimpan kisah perjuangan yang mengharukan. Di balik mahalnya biaya dan panjangnya antrean haji, banyak umat Islam rela berkorban demi menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Keberangkatan jamaah haji 2026 pun diwarnai berbagai cerita inspiratif. Ada yang rela menjual harta benda, ada pula yang sudah didaftarkan berhaji sejak masih bayi demi bisa beribadah bersama keluarga di Makkah.
Menunggu 14 Tahun Demi Bisa Berangkat Haji
Baca Juga: Jangan Sampai Dilakukan, Ini Larangan Penting Saat Menjalankan Ibadah Haji
Dilansir dari laman NU Online, salah satu kisah datang dari Inah Rain (71), jamaah asal Gondrong, Cipondoh, Tangerang, Banten. Wajahnya tampak semringah saat berada di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci.
Setelah menunggu selama 14 tahun, Inah akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Penantiannya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 yang membuat keberangkatan jamaah dihentikan sementara beberapa tahun lalu.
“Alhamdulillah, bersyukur banget, girang banget rasanya,” ungkap Inah penuh haru.Baginya, keberangkatan tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan selama bertahun-tahun.
Rela Jual Kebun Demi Menunaikan Ibadah Haji
Baca Juga: Sejak Kapan Ibadah Haji Disyariatkan? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Perjuangan Inah untuk bisa berhaji tidaklah mudah. Ia mengaku memilih menjual kebun miliknya agar dapat segera melunasi biaya perjalanan haji.
Menurutnya, keputusan itu diambil karena keinginan besar untuk segera berangkat ke Tanah Suci tanpa harus mencicil biaya perjalanan.“Datang haji dari jual kebon langsung bayar, enggak pakai kredit,” katanya.
Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana banyak umat Islam rela mengorbankan harta benda demi memenuhi panggilan Allah Subhanahuwata’ala.
Baca Juga: Haji Bukan Sekadar Ibadah, Ini Hikmah Luar Biasa di Baliknya
Berangkat Haji Seorang Diri Setelah Suami Wafat
Perjalanan haji Inah terasa semakin mengharukan karena ia berangkat seorang diri. Sang suami diketahui telah meninggal dunia lebih dahulu sebelum impian berhaji bersama dapat terwujud.
Meski demikian, Inah tetap bersemangat menjalani ibadah haji dan telah menyiapkan berbagai kebutuhan agar tetap sehat selama di Tanah Suci.
Baca Juga: Kisah Abdullah bin Mubarak yang Ibadah Hajinya Digantikan Malaikat
Ia mengaku membawa perlengkapan dan obat-obatan lengkap untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah.
Daftar Haji Sejak Usia Satu Tahun
Cerita berbeda datang dari Syafina Marwa (13), seorang pelajar kelas 2 SMP yang sudah terdaftar sebagai calon jamaah haji sejak masih berusia satu tahun.
Baca Juga: Inilah Lima Keutamaan Ibadah Haji yang Mengubah Kehidupan Muslim
Kedua orang tuanya telah mempersiapkan tabungan haji sejak dini agar seluruh keluarga dapat berangkat bersama ke Tanah Suci.
Syafina mengaku senang akhirnya bisa berangkat ke Makkah dan berharap suatu hari nanti dapat kembali lagi untuk beribadah.“Harapannya bisa bolak-balik ke Tanah Suci,” ujarnya.
Jamaah Bersyukur atas Pelayanan Petugas Haji
Baca Juga: Pembekalan Jemaah Calon Haji dari Kalbar: Layanan Berbasis Digital Bisa Ubah Wajah Ibadah Haji
Baik Inah maupun Syafina sama-sama mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan petugas haji sejak berada di Asrama Haji Cipondoh hingga proses keberangkatan.
Mereka berharap seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
Kisah para jamaah haji 2026 ini menjadi bukti setiap orang memiliki perjuangan dan jalan masing-masing untuk memenuhi panggilan suci ke Baitullah. Di balik pengorbanan dan penantian panjang, tersimpan harapan besar untuk mendapatkan keberkahan dan ridha Allah Subhanahuwata’ala.
Editor : Silvina