Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kenapa Dianjurkan Tidak Makan Sebelum Salat Iduladha? Ini Hikmah dan Dalilnya

Silvina • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:15 WIB
Ribuan jamaah salat Iduladha di halaman depan kantor Wali Kota Pontianak (DOK PONTIANAK POST)
Ribuan jamaah salat Iduladha di halaman depan kantor Wali Kota Pontianak (DOK PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Ada satu sunnah yang sering terlupakan saat Hari Raya Iduladha, yakni anjuran untuk tidak makan sebelum berangkat salat Id. Sunnah ini khusus dianjurkan bagi kaum Muslimin yang memiliki hewan kurban agar dapat menyantap hasil sembelihannya setelah salat Iduladha.

Tradisi ini bukan tanpa dasar. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkannya secara langsung sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis dan penjelasan para ulama.

Sunnah Tidak Makan Sebelum Salat Iduladha

Baca Juga: Ketua DPRD Pontianak Minta Hewan Kurban Dipastikan Sehat Jelang Iduladha 2026

Dalam hadis dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, disebutkan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat salat Idulfitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Iduladha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari salat Id baru beliau menyantap hasil kurbannya.” (HR Ahmad)

Hadis ini menunjukkan adanya perbedaan sunnah antara Idulfitri dan Iduladha. Pada Idulfitri dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum salat, sedangkan pada Iduladha justru dianjurkan menunda makan hingga selesai salat Id dan menyantap daging kurban.

Baca Juga: Warga Sambas Khawatir Gas Melon Langka Jelang Iduladha, Harap Pasokan LPG 3 Kg Tetap Stabil dan Mudah Didapat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Maka makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)

Ayat ini menunjukkan anjuran menikmati hasil kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahuata’ala.

Khusus bagi Orang yang Berkurban

 Baca Juga: Bolehkah Kulit Hewan Kurban Dijual ? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya  

Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc dalam tulisan di laman Rumaysho.Com menjelaskan sunnah tidak makan sebelum salat Iduladha berlaku bagi orang yang memiliki hewan kurban.

Imam Ahmad rahimahullah sebagaimana dinukil Ibnu Qudamah berkata:  “Saat Iduladha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan kurban. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan kurbannya.”

Namun jika seseorang tidak memiliki hewan kurban, maka tidak mengapa makan terlebih dahulu sebelum salat Id.

Baca Juga: Benarkah Hewan Kurban Jadi Kendaraan di Akhirat? Ini Penjelasan UAH

Hal ini juga ditegaskan Ibnu Hazm rahimahullah makan sebelum salat Iduladha diperbolehkan dan bukan sebuah larangan.

Bukan Berarti Berpuasa

Meski dianjurkan tidak makan sebelum salat Iduladha, hal itu sama sekali bukan berarti berpuasa. Sebab puasa pada Hari Raya Idulfitri dan Iduladha hukumnya haram berdasarkan ijma atau kesepakatan ulama.

Baca Juga: Hari Arafah, Hari Paling Utama Sepanjang Tahun yang Sayang Disia-siakan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang larangan puasa di hari raya. Karena itu, yang dimaksud adalah hanya menunda makan sementara waktu hingga selesai salat Id dan penyembelihan kurban.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Islam mengajarkan keseimbangan, termasuk dalam menjalankan ibadah dan menikmati nikmat yang diberikan Allah Subhanahuwata’ala.

Baca Juga: Jangan Sampai Dilakukan, Ini Larangan Penting Saat Menjalankan Ibadah Haji

Hikmah di Balik Sunnah Ini

Para ulama menjelaskan ada hikmah besar di balik sunnah tersebut. Pada Idulfitri, makan sebelum salat bertujuan menandakan berakhirnya puasa Ramadan sehingga kaum Muslimin tidak disangka masih berpuasa.

Sedangkan pada Iduladha, dianjurkan menunda makan agar kaum Muslimin bisa segera menikmati daging kurban setelah penyembelihan selesai.

Baca Juga: Sejak Kapan Ibadah Haji Disyariatkan? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan pada Hari Raya Kurban disyariatkan untuk memakan hasil sembelihan. Sehingga sangat dianjurkan menjadikan daging kurban sebagai makanan pertama di hari tersebut.

Meneladani Sunnah Rasulullah

Sunnah sederhana seperti ini sering kali terlupakan, padahal memiliki nilai ibadah dan menambah kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bagi kaum Muslimin yang berkurban, menahan diri untuk tidak makan sebelum salat Iduladha dapat menjadi bentuk meneladani sunnah Nabi. Sekaligus memperkuat makna syukur atas nikmat kurban yang diberikan Allah Subhanahuwata’ala.

Wallahu a’lam bishawab.

Editor : Silvina
#salat sunnah #hikmah dan dalil #anjuran tidak makan #ibadah setahun sekali #iduladha