Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gus Baha Ungkap Alasan Lebih Memilih Kurban Kambing daripada Sapi Patungan

Khoiril Arif Ya'qob • Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:39 WIB
Ilustrasi kambing yang siap dikurbankan pada iduladha tahun ini. (MAGNIFIC)
Ilustrasi kambing yang siap dikurbankan pada iduladha tahun ini. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, mengungkap alasan dirinya lebih memilih kurban satu kambing untuk satu orang dibandingkan ikut patungan sapi tujuh orang.

Menurutnya, pendapat tersebut juga sejalan dengan pandangan mayoritas ulama dalam kitab-kitab fikih klasik.

Dalam perbincangan santai bersama M. Quraish Shihab di kanal YouTube Najwa Shihab Official, Gus Baha menjelaskan bahwa kurban kambing dinilai lebih utama dibandingkan sapi yang dibeli secara patungan.

Baca Juga: Kisah Haru Pemulung Kumpulkan Uang Kurban Meski Hidup Serba Kekurangan

“Menurut pendapat saya kayaknya memang kalau sama-sama, tujuh orang dengan satu sapi dibandingkan satu orang satu kambing, saya lebih ikut pendapat yang mengatakan lebih baik milih kambing,” ujar Gus Baha.

Menurut dia, pendapat tersebut banyak ditemukan dalam kitab-kitab fikih yang membahas hukum dan keutamaan ibadah kurban.

Kisah Nabi Ibrahim Jadi Dasar Pendapat Ulama

Gus Baha menilai keutamaan kambing dalam kurban juga dapat dilihat dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Dalam peristiwa tersebut, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor kambing sebagai hewan kurban.

Baca Juga: Kurban, Aqiqah, atau Umrah, Mana yang Didahulukan Saat Dana Terbatas?

Menurut Gus Baha, hal itu menjadi salah satu alasan mengapa banyak ulama memandang kambing lebih utama.

“Andaikan di sana ada hewan yang lebih baik, tentunya Allah milih selain kambing,” jelasnya.

Ia menambahkan, kurban kambing juga dinilai lebih privat karena dilakukan sendiri, bukan bersama-sama seperti sapi patungan.

Lebih Mencerminkan Sikap Kesatria

Menurut Kiai asal Rembang itu, berkurban seekor kambing untuk satu orang menunjukkan sikap tanggung jawab pribadi dan tidak bergantung kepada orang lain.

“Dalam kitab-kitab fiqih, memang kambing lebih utama dibandingkan sapi. Dalam banyak pendapat ulama. Alasannya lebih privat,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung bahwa Rasulullah SAW lebih banyak berkurban menggunakan kambing, sehingga sebagian ulama menjadikannya sebagai dasar keutamaan kurban kambing.

Baca Juga: Bolehkah Menyembelih Kurban pada Malam Hari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Pendapat Gus Baha Soal Tren Kurban Sapi Patungan

Gus Baha juga menyoroti perubahan tren di masyarakat yang kini lebih memilih iuran sapi dibandingkan berkurban kambing sendiri.

Menurut dia, perubahan tersebut dipengaruhi gaya hidup dan anggapan bahwa daging kambing kurang sehat, terutama karena sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi.

“Semenjak ada gaya-gayaan, di daerah kami semenjak banyak pegawai negeri, orang mapan atau orang kelas menengah, itu menganggap kambing sebuah problem, karena darah tinggi,” ujar Gus Baha.

Ia menilai anggapan tersebut berlebihan karena daging kambing tetap aman dikonsumsi selama tidak berlebihan.

Baca Juga: Benarkah Hewan Kurban Jadi Kendaraan di Akhirat? Ini Penjelasan UAH

Banyak Orang Tinggalkan Kurban Kambing

Gus Baha mengaku fenomena tersebut membuat banyak orang yang sebelumnya mampu berkurban kambing sendiri akhirnya beralih ikut patungan sapi.

Bahkan, di sejumlah daerah, pembagian daging kambing disebut semakin sulit karena sebagian masyarakat enggan menerima daging kambing dengan alasan kesehatan.

“Ini membuat daging kambing itu susah dibagikan. Semenjak itu mulai ada tren iuran sapi,” kata Gus Baha. (*)

Editor : Miftahul Khair
#patungan sapi tujuh orang #kambing #kurban #Gus Baha