PONTIANAK POST – Kisah Ashabul Kahfi atau para pemuda penghuni gua merupakan salah satu kisah penuh pelajaran yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Selain menjadi teladan keteguhan iman, kisah ini juga menyimpan sejumlah pertanyaan yang kerap dibahas oleh para ulama dan penafsir, salah satunya mengenai berapa jumlah pemuda yang menjadi penghuni gua tersebut.
Pertanyaan ini sebenarnya telah dijawab secara tidak langsung dalam Alquran melalui Surah Al-Kahfi ayat 22. Dalam ayat tersebut, Allah Ta'ala menyebutkan beberapa pendapat yang berkembang di tengah masyarakat mengenai jumlah para pemuda penghuni gua.
Alquran Menyebut Tiga Pendapat
Baca Juga: Inilah Kisah Ashabul Kahfi, Pemuda Beriman yang Ditidurkan Allah Bertahun-tahun di Dalam Gua
Allah Ta'ala berfirman:
"Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: '(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya', sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: '(jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya'. Katakanlah: 'Rabbku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit'..." (QS. Al-Kahfi: 22).
Dikutip dari Rumaysho.com, Allah menyebutkan tiga pendapat mengenai jumlah pemuda Ashabul Kahfi.
Baca Juga: Perjanjian Hudaibiyah, Strategi Damai Rasulullah yang Mengubah Sejarah Islam
Pendapat pertama menyatakan mereka berjumlah tiga orang dan seekor anjing sebagai yang keempat. Pendapat kedua menyebut mereka berjumlah lima orang dan anjing mereka menjadi yang keenam. Sementara pendapat ketiga menyatakan bahwa mereka berjumlah tujuh orang dan anjing mereka menjadi yang kedelapan.
Mengapa Pendapat Ketiga Dinilai Paling Kuat?
Dalam penjelasan para ulama, terdapat isyarat penting dalam susunan ayat tersebut. Allah memberikan keterangan "sebagai terkaan terhadap barang yang gaib" setelah menyebut pendapat pertama dan kedua.
Baca Juga: Mengapa Islam Cepat Berkembang di Nusantara? Ini Sejarah dan Cara Penyebarannya
Keterangan ini menunjukkan dua pendapat tersebut tidak memiliki dasar ilmu yang kuat, melainkan hanya dugaan semata.
Sebaliknya, ketika Allah menyebut pendapat ketiga, tidak ada lagi kalimat yang menunjukkan pendapat tersebut hanyalah perkiraan. Karena itu, banyak ulama memahami jumlah pemuda Ashabul Kahfi yang benar adalah tujuh orang dengan seekor anjing yang menemani mereka.
Allah Mengingatkan Agar Tidak Berdebat Berlebihan
Baca Juga: Asal-Usul Manusia Menurut Alquran dan Penolakan Harun Yahya terhadap Teori Evolusi
Meski demikian, Alquran juga memberikan pelajaran penting mengetahui jumlah pasti para pemuda tersebut bukanlah tujuan utama dari kisah Ashabul Kahfi.
Allah berfirman:
"Rabbku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit."
Baca Juga: Fakta Menarik Ka’bah, Dari Kiblat Umat Islam hingga Dikaitkan dengan Pusat Bumi
Ayat ini mengajarkan ada perkara-perkara yang tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan karena manfaatnya tidak besar bagi keimanan dan kehidupan seorang Muslim.
Fokus pada Hikmah dan Keteguhan Iman
Dalam lanjutan ayat tersebut, Allah memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam agar tidak memperpanjang perdebatan dengan Ahli Kitab mengenai rincian kisah Ashabul Kahfi.
Baca Juga: Pasangan Ideal Terbentuk Dari Keimanan
Allah juga melarang bertanya kepada mereka mengenai hal-hal yang telah dijelaskan melalui wahyu. Sebab, petunjuk yang Allah turunkan sudah cukup untuk menjadi pedoman.
Dari sini, umat Islam diajak untuk lebih fokus mengambil pelajaran utama dari kisah Ashabul Kahfi, yaitu keberanian mempertahankan iman di tengah tekanan, keyakinan kepada pertolongan Allah, serta pentingnya menjaga akidah dalam kondisi apa pun.
Kisah para pemuda penghuni gua bukan sekadar tentang jumlah mereka, melainkan tentang keteladanan luar biasa yang tetap relevan hingga saat ini.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina