PONTIANAK POST – Kesibukan mencari nafkah, berdagang, dan mengejar urusan dunia merupakan bagian dari kehidupan manusia. Namun Islam mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak membuat seseorang lalai dari mengingat Allah Subhanahuwata’ala.
Melansir dari laman Rumaysho melalui tulisan Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc, terdapat ayat dalam Surah An-Nur yang memberikan pujian kepada orang-orang yang tetap mengutamakan ibadah meski disibukkan oleh urusan dunia.
Laki-Laki yang Tidak Dilalaikan oleh Perdagangan
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
Artinya: "Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah." (QS. An-Nur: 36-37)
Baca Juga: Inilah Keutamaan dan Manfaat Besar yang Dirasakan dari Zikir
Ayat ini menggambarkan sosok muslim ideal yang mampu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Mereka tetap bekerja, berdagang, dan mencari rezeki, tetapi hati mereka tidak pernah jauh dari Allah Subhanahuwata’ala
Masjid Menjadi Tempat yang Paling Dicintai Allah
Dalam penjelasannya, Muhammad Abduh Tuasikal menyebutkan ayat tersebut menunjukkan kemuliaan masjid sebagai tempat ibadah dan zikir.
Baca Juga: Zikir Ini Ringan di Lisan Tapi Berat di Timbangan Amal, Yuk Rutinkan
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
"Tempat yang paling Allah cintai adalah masjid. Dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar." (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan masjid merupakan tempat yang paling utama untuk mengingat Allah, melaksanakan salat, membaca Alquran dan menuntut ilmu.
Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Ini Amalan Utama yang Dianjurkan
Memakmurkan Masjid Bukan Hanya Membangunnya
Islam sangat menganjurkan pembangunan masjid. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menjanjikan pahala besar bagi siapa saja yang membangun masjid karena Allah.
Namun memakmurkan masjid tidak cukup hanya dengan mendirikan bangunannya yang megah. Masjid harus dihidupkan dengan salat berjamaah, zikir, kajian ilmu, membaca Alquran, dan berbagai aktivitas ibadah lainnya.
Baca Juga: Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat ? Ini Penjelasan Ulama
Rasulullah juga mengingatkan agar manusia tidak menjadikan masjid sebagai sarana berbangga-bangga.
"Di antara tanda-tanda Kiamat adalah manusia saling berbangga-bangga dengan masjid." (HR. An-Nasa'i dan Abu Dawud)
Berzikir Pagi dan Petang Menjadi Perintah Allah
Baca Juga: Ingin Pahala Maksimal Salat Jumat, Lakukan Amalan Ini Sesuai Sunnah Nabi
Dalam ayat tersebut Allah Subhanahuwata’ala juga memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa berzikir pada waktu pagi dan petang.
Para ulama menjelaskan waktu tersebut merupakan saat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mengingat Allah. Sebagian ulama bahkan mengaitkannya dengan pelaksanaan shalat Subuh dan Ashar yang memiliki keutamaan besar.
Ketika Dunia Tidak Menguasai Hati
Baca Juga: Waspada Syirik, Dosa Besar Paling Besar yang Menghapus Amal
Pelajaran paling penting dari ayat ini adalah seorang muslim tidak boleh menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidupnya.
Menurut penjelasan para ulama, perdagangan dan jual beli pada dasarnya adalah aktivitas yang halal. Namun masalah muncul ketika kesibukan tersebut membuat seseorang melupakan salat, meninggalkan zikir, mengabaikan zakat, atau lalai dari kewajiban kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Orang-orang yang dipuji dalam ayat ini justru menjadikan ridha Allah sebagai tujuan hidup mereka. Dunia hanya menjadi sarana untuk beribadah, bukan sesuatu yang menguasai hati.
Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Tujuh Amalan Sunnah di Hari Jumat yang Penuh Berkah
Takut kepada Hari Kiamat
Allah memuji mereka karena selalu mengingat hari ketika hati dan pandangan manusia menjadi goncang, yaitu hari kiamat.
Kesadaran akan kehidupan akhirat membuat mereka lebih mudah meninggalkan hal-hal yang melalaikan dan lebih bersemangat dalam beramal saleh.
Karena itu, ayat ini menjadi pengingat bagi setiap muslim agar tidak terjebak dalam kesibukan dunia semata. Mencari rezeki adalah kewajiban, tetapi mengingat Allah dan menjalankan ibadah tetap harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina