Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tahun Baru Islam Segera Tiba, Ini Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Silvina • Senin, 15 Juni 2026 | 10:38 WIB
Ilustrasi puasa, salah satu amal yang dianjurkan di bulan Muharram
Ilustrasi puasa, salah satu amal yang dianjurkan di bulan Muharram

 

PONTIANAK POST – Bagi umat Islam, Muharram bukan sekadar awal tahun baru. Bulan ini merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah Subhanahuwata’ala dan menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah serta amal saleh.

Dalam kajian yang dimuat laman Muhammadiyah, terdapat sejumlah amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Muharram. Amalan-amalan ini menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mengawali tahun baru Hijriah dengan semangat kebaikan.

Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Baca Juga: Begini Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Kalender Hijriah yang Mendunia

Salah satu amalan yang paling dianjurkan selama Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya Muharram dalam pandangan Islam. Bahkan, puasa sunnah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan puasa sunnah pada bulan-bulan lainnya.

Baca Juga: Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah,? Ini Keistimewaannya dalam Islam

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sepanjang Muharram sesuai kemampuan masing-masing.

Puasa Tasu'a dan Asyura yang Sangat Dianjurkan

Di antara amalan paling utama pada bulan Muharram adalah puasa Tasu'a dan Asyura.Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Baca Juga: Keutamaan Zikir Pagi dan Petang, Amalan Ringan dengan Manfaat Luar Biasa

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam sangat memperhatikan puasa Asyura dibandingkan puasa sunnah pada hari-hari lainnya.

Hari Asyura memiliki nilai sejarah yang besar karena berkaitan dengan peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

Ketika mengetahui kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa ‘Alaihissalam sebagai sesama pembawa risalah tauhid.

Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal    

Beliau kemudian berpuasa dan menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar.Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan puasa Asyura menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Baca Juga: Zikir Ini Ringan di Lisan Tapi Berat di Timbangan Amal, Yuk Rutinkan  

Karena keutamaan itulah para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan ibadah puasa pada tanggal 10 Muharram.

Agar berbeda dengan tradisi Yahudi, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam juga berkeinginan menambahkan puasa sehari sebelumnya, yakni tanggal 9 Muharram.

Oleh sebab itu, mayoritas ulama menganjurkan pelaksanaan puasa Tasu'a dan Asyura secara bersamaan.

Baca Juga: Ini Tujuh Amalan Berpahala Seperti Ibadah Haji yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

Memperbanyak Membaca Alquran dan Zikir

Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Alquran.Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.

Selain itu, memperbanyak zikir, istigfar, doa, dan salawat juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Ini Amalan Utama yang Dianjurkan

Zikir membantu hati menjadi lebih tenang, sementara istigfar menjadi sarana memohon ampun atas kesalahan yang telah dilakukan sepanjang tahun sebelumnya.

Meningkatkan Sedekah dan Kepedulian Sosial

Tahun baru Islam juga dapat menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial. Muharram merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, kerabat, maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Ingin Dapat Istana di Surga ? Baca Surah Ini 10 Kali dalam Sehari  

Sedekah tidak selalu berbentuk uang. Memberikan makanan, membantu pekerjaan orang lain, menyumbangkan tenaga, hingga memberikan nasihat yang baik juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai pahala.

Semakin banyak kebaikan yang dilakukan, semakin besar pula kesempatan meraih keberkahan di bulan yang dimuliakan Allah Subhanahuwata’ala ini.

Mempererat Silaturahmi dan Memperbaiki Akhlak

Baca Juga: Jangan Sampai Dilakukan, Ini Larangan Penting Saat Menjalankan Ibadah Haji

Selain ibadah yang bersifat personal, Muharram juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Menyambung silaturahmi, meminta maaf, memperbaiki hubungan keluarga, menjaga lisan, serta menghindari permusuhan merupakan bagian dari amal saleh yang sangat dianjurkan.

Para ulama menjelaskan kemuliaan bulan haram tidak hanya diwujudkan dengan ibadah ritual, tetapi juga melalui perilaku yang mencerminkan akhlak mulia.

Baca Juga: Waspadai Hadits Dhaif dan Palsu Seputar Amaliyah Haji yang Tidak Boleh Dipercaya

Momentum Muhasabah di Awal Tahun Baru Islam

Datangnya Muharram seharusnya menjadi momen muhasabah atau evaluasi diri.

Setiap Muslim dapat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai kesempatan untuk menilai kembali perjalanan hidupnya selama setahun terakhir.

Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Tujuh Amalan Sunnah di Hari Jumat yang Penuh Berkah

Apakah ibadah semakin baik, apakah amal saleh semakin bertambah, dan apakah akhlak semakin mulia.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting diajukan agar Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi pergantian angka dalam kalender, melainkan benar-benar menjadi awal perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah Subhanahuwata’ala.

Dengan memperbanyak puasa sunnah, menjalankan puasa Tasu'a dan Asyura, memperbanyak sedekah, membaca Alquran, berzikir, serta memperbaiki akhlak, umat Islam dapat menjadikan Muharram sebagai bulan penuh keberkahan. Juga menjadi itik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Wallahua’lam bishawab

Editor : Silvina
#bulan muharram #puasa asyura #amalam yang dianjurkan #sedekah dan kepedulian sosial #Tahun Baru Islam