PONTIANAK POST – Menjelang pergantian Tahun Baru Islam, berbagai masjid dan majelis taklim di Indonesia biasanya menggelar pembacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriah secara berjamaah. Tradisi ini telah berlangsung cukup lama dan dikenal luas di tengah masyarakat.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah doa awal dan akhir tahun Hijriah memang memiliki dasar yang sahih dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam ?
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc dalam tulisannya di laman Rumaysho menjelaskan umat Islam perlu memahami dasar amalan tersebut agar ibadah yang dilakukan benar-benar sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga: Tahun Baru Islam Segera Tiba, Ini Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Benarkah Ada Doa Khusus Awal dan Akhir Tahun?
Sejumlah ulama menjelaskan tidak terdapat dalil yang sahih dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengenai doa khusus yang dibaca pada akhir tahun maupun awal tahun Hijriah.
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah menyatakan syariat Islam tidak pernah mengajarkan doa atau zikir khusus untuk awal tahun. Menurut beliau, berbagai ritual seperti doa awal tahun, doa akhir tahun, puasa akhir tahun, puasa awal tahun, maupun menghidupkan malam pertama Muharram dengan ibadah tertentu tidak memiliki landasan dalil yang kuat.
Baca Juga: Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah,? Ini Keistimewaannya dalam Islam
Pandangan serupa juga disampaikan Syaikh Abdullah At-Tuwaijiri. Beliau menegaskan doa awal dan akhir tahun yang banyak beredar di masyarakat tidak memiliki dasar dari Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam, para sahabat, maupun generasi tabi'in.
Doa Adalah Ibadah yang Harus Berdasarkan Dalil
Para ulama menjelaskan doa merupakan bagian dari ibadah. Dalam kaidah syariat, ibadah bersifat tauqifiyah, yaitu harus berdasarkan dalil dari Alquran maupun sunah yang sahih.
Baca Juga: Begini Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Kalender Hijriah yang Mendunia
Karena itu, pengkhususan suatu doa pada waktu tertentu memerlukan dasar yang jelas dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.
Syaikh Abdullah At-Tuwaijiri menegaskan tidak ditemukan satu hadis pun secara khusus memerintahkan pembacaan doa awal tahun atau akhir tahun sebagaimana yang banyak diamalkan sebagian masyarakat saat ini.
Doa Sahih yang Diajarkan Sahabat
Baca Juga: Inilah Keutamaan dan Manfaat Besar yang Dirasakan dari Zikir
Meski tidak terdapat doa khusus awal dan akhir tahun, terdapat riwayat sahih dari para sahabat Nabi yang mengajarkan sebuah doa ketika memasuki bulan baru atau tahun baru.
Dari Abdullah bin Hisyam radhiyallahu 'anhu disebutkan para sahabat mengajarkan doa tersebut sebagaimana mereka mengajarkan Alquran.
Doa tersebut berbunyi:
Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Saat-Saat Doa Paling Mustajab Menurut Ajaran Islam
Doa Memasuki Awal Bulan
اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيطَانِ، وَرِضوَانٍ مِنَ الرَّحمَنِ
Allahumma adkhilhu 'alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaam, wa jiwaarim minasy-syaithaani, wa ridhwaanim minar rahmaan.
Baca Juga: Simak Doa Rasulullah untuk Orang yang Hendak Pergi Haji Beserta Dalilnya
Artinya:"Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan dan Islam, lindungilah kami dari gangguan setan, serta anugerahkan kepada kami keridaan dari Ar-Rahman."
Riwayat ini dinilai sahih dan disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar dalam kitab Al-Ishabah.
Dianjurkan Dibaca Secara Pribadi
Baca Juga: Ini Tujuh Amalan Berpahala Seperti Ibadah Haji yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Menurut penjelasan Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, doa tersebut memiliki riwayat yang dapat diamalkan ketika memasuki awal bulan, terutama saat muncul hilal.
Namun, para ulama menjelaskan doa ini cukup diamalkan secara pribadi dan diajarkan kepada keluarga atau orang lain tanpa harus dijadikan ritual berjamaah yang dianggap sebagai syariat khusus.
Doa Ketika Melihat Hilal
Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 1)
Selain itu, terdapat pula doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam ketika melihat hilal atau bulan sabit sebagai tanda masuknya bulan baru.
Doa Melihat Hilal
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 2)
Allahumma ahlilhu 'alainaa bil-yumni wal iimaani was salaamati wal islaam. Rabbii wa rabbukallah.
Artinya:"Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu wahai bulan sabit adalah Allah."
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ad-Darimi. Sejumlah ulama hadis menilai riwayat tersebut hasan dan sahih.
Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 3)
Menyambut Tahun Baru Islam dengan Amalan yang Diajarkan
Pergantian tahun Hijriah sejatinya merupakan momentum untuk memperbanyak muhasabah, memperbaiki ibadah, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal saleh.
Karena itu, umat Islam dianjurkan lebih mengutamakan amalan yang memiliki dasar yang jelas dari Alquran dan sunah dibandingkan mengkhususkan ritual tertentu yang tidak memiliki landasan dalil yang kuat.
Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 4-Terakhir)
Memasuki 1 Muharram 1448 H, umat Islam dapat memperbanyak doa, zikir, istigfar, membaca Aquran, serta memohon kepada Allah Subhanahuwata agar diberikan keberkahan, keamanan, eimanan, dan keselamatan dalam menjalani tahun yang baru.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina