Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar

Silvina • Kamis, 18 Juni 2026 | 11:39 WIB
Ilustrasi muslim sedang beristighfar
Ilustrasi muslim sedang beristighfar

 

PONTIANAK POST – Istighfar merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui istighfar, seorang hamba memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala dosa dan kekhilafan yang pernah dilakukan.

Meski telah dijamin ampunan oleh Allah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tetap menjadikan istighfar sebagai amalan harian. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku merasakan sesuatu dalam hatiku dan sungguh aku beristighfar kepada Allah dalam sehari seratus kali."

Kebiasaan Rasulullah tersebut menunjukkan istighfar bukan hanya dilakukan ketika seseorang melakukan dosa besar, melainkan menjadi bagian dari ibadah dan bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah.

Baca Juga: Jangan Langsung Main HP, Ini Enam Fadhilah Zikir Setelah Salat Fardhu

Rasulullah Mengajarkan Doa Istighfar

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, para sahabat menghitung bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan doa istighfar hingga seratus kali dalam satu majelis.

Doa tersebut berbunyi: "Rabbi ghfir li wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rahim."

Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama

Doa ini menjadi salah satu bentuk permohonan ampun yang dianjurkan untuk diamalkan oleh kaum muslimin.

Manusia Selalu Membutuhkan Istighfar

Dalam penjelasan yang dikutip dari laman Almanhaj, Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan manusia selalu berada di antara dua keadaan, yakni menerima nikmat Allah yang wajib disyukuri dan melakukan dosa yang membutuhkan taubat.Karena itulah, setiap manusia membutuhkan istighfar sepanjang hidupnya.

Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Setelah Salat Fardhu yang Dianjurkan Rasulullah

Menurut Ibnu Taimiyah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan manusia paling mulia sekalipun, masih senantiasa beristighfar dalam berbagai keadaan. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam agar tidak pernah merasa cukup dari memohon ampun kepada Allah.

Perintah Istighfar dalam Alquran

Keutamaan istighfar juga ditegaskan dalam banyak ayat Alquran. Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan orang-orang beriman untuk memperbanyak istighfar dan menjanjikan ampunan bagi mereka.

Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 1)

Dalam Surah An-Nisa ayat 106, Allah berfirman yang artinya:

"Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Perintah serupa juga terdapat dalam Surah Muhammad ayat 19 dan Surah Al-Muzzammil ayat 20 yang menegaskan pentingnya memohon ampun kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 2)

Ayat-ayat tersebut menunjukkan istighfar bukan hanya dianjurkan bagi orang yang melakukan kesalahan, tetapi merupakan ibadah yang diperintahkan kepada seluruh kaum beriman.

Istighfar untuk Diri Sendiri dan Sesama Muslim

Salah satu keutamaan istighfar adalah dapat dipanjatkan untuk diri sendiri maupun sesama muslim. Dalam Surah Ghafir ayat 7 dijelaskan bahwa para malaikat yang memikul Arasy memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman.

Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 3)

Begitu pula dalam Surah Al-Hasyr ayat 10, Allah mengajarkan doa agar kaum muslimin memohonkan ampunan bagi saudara-saudara mereka yang telah lebih dahulu beriman. Hal ini menunjukkan istighfar bukan hanya memiliki dimensi pribadi, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan kepedulian antar sesama muslim.

Amal yang Tetap Mengalir Setelah Wafat

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan ketika seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang mendoakannya.

Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Artinya (Bagian 4-Terakhir)

Hadis ini menunjukkan pentingnya mendoakan kaum muslimin yang telah wafat sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada sesama.

Jalan Menuju Ampunan dan Rahmat Allah

Istighfar bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan bentuk pengakuan seorang hamba atas kelemahannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Baca Juga: Ingin Dapat Istana di Surga ? Baca Surah Ini 10 Kali dalam Sehari   

Dengan memperbanyak istighfar, seorang muslim akan semakin dekat kepada Allah, memperoleh ketenangan hati, serta membuka pintu ampunan dan rahmat-Nya.

Karena itu, para ulama senantiasa mengingatkan agar istighfar menjadi amalan yang tidak pernah ditinggalkan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, saat bahagia maupun ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Wallahua'lam bishawab

Editor : Silvina
#amalan sederhana #fadhilah istighfar #keutamaan besar #amal rutin #manusia butuh istighfar