PONTIANAK POST-Selain berbagai lafaz istighfar yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, terdapat satu bacaan yang istimewa. Bacaan ini dikenal sebagai Sayyidul Istighfar atau penghulu istighfar.
Dilansir dari laman Almanhaj, hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan Sayyidul Istighfar merupakan bacaan istighfar yang paling utama.
Beliau menerangkan siapa saja yang membacanya pada pagi hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Demikian pula orang yang membacanya pada malam hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.
Baca Juga: Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar
Keutamaan tersebut menunjukkan besarnya kedudukan istighfar dalam kehidupan seorang muslim.
Istighfar Harus Disertai Taubat Sungguh-Sungguh
Para ulama mengingatkan istighfar tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diiringi dengan keinginan meninggalkan maksiat dan memperbaiki diri.
Baca Juga: Menyambut Tahun Baru Hijriah, Ini Amalan yang Dinilai Keliru oleh Ulama
Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah pernah berkata istighfar yang tidak dibarengi meninggalkan dosa merupakan taubat orang yang tidak jujur.
Karena itu, istighfar yang benar adalah istighfar yang melahirkan penyesalan, kesadaran, serta tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Keutamaan Istighfar Menurut Alquran
Baca Juga: Tahun Baru Islam Segera Tiba, Ini Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Dalam Alquran, istighfar disebut sebagai salah satu sebab datangnya berbagai kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Melalui Surah Nuh ayat 10-12, Allah menjelaskan istighfar dapat menjadi sebab turunnya hujan, bertambahnya rezeki, keturunan, serta keberkahan hidup.
Para ulama menjelaskan ayat tersebut menunjukkan hubungan erat antara taubat, istighfar, dan datangnya pertolongan Allah kepada hamba-Nya.
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
Istighfar Mendatangkan Rahmat dan Tertolaknya Musibah
Keutamaan lain dari istighfar adalah menjadi sebab turunnya rahmat Allah dan tertolaknya berbagai bencana.
Allah berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 33 yang artinya:"Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun."
Baca Juga: Keutamaan Zikir Pagi dan Petang, Amalan Ringan dengan Manfaat Luar Biasa
Sementara dalam Surah An-Naml ayat 46, Allah memerintahkan manusia untuk memperbanyak istighfar agar memperoleh rahmat-Nya. Karena itu, para salafus saleh menjadikan istighfar sebagai amalan yang selalu menyertai aktivitas sehari-hari, baik saat lapang maupun sempit.
Penutup
Fadhilah istighfar begitu besar dalam ajaran Islam. Selain menjadi jalan memperoleh ampunan atas dosa, istighfar juga menjadi sebab datangnya rahmat, ketenangan hati, keberkahan rezeki, hingga keselamatan di dunia dan akhirat.
Tidak mengherankan jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang telah dijamin ampunan dosanya tetap memperbanyak istighfar setiap hari. Teladan tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa membasahi lisan dengan istighfar dan memperbarui taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam setiap keadaan.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina