PONTIANAK POST – Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam serta memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk menyampaikan risalah bagi seluruh umat manusia. Sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa, seorang hamba berkewajiban untuk senantiasa taat, menghormati, dan melaksanakan hak-hak beliau.
Melansir penjelasan Sholahuddin Abdul Rahman, Lc di laman almanhaj, salah satu hak Nabi yang paling agung adalah perintah bagi kita untuk mengucapkan salawat dan salam kepadanya.
Perintah Agung Berwujud Salawat dari Kitab Suci
Baca Juga: Luar Biasa, Ini Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat
Urgensi mengenai amalan spiritual yang luar biasa ini termaktub secara jelas di dalam kitab suci Alquran yang agung. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-maIaikat-Nya bersalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Baca Juga: Catat, Ini Manfaat Menghafal 10 Ayat Pertama Surat Al-Kahfi
Mengenai ayat mulia ini, ulama terkemuka Ibnu Katsir rahimahullah menjabarkan makna mendalam di baliknya. Ayat tersebut mengabarkan kepada para hamba mengenai tingginya kedudukan Nabi Muhammad di sisi-Nya. Para malaikat di langit bersalawat untuk beliau.
Melalui pengumuman ini, Allah kemudian memerintahkan seluruh makhluk yang berada di bumi untuk turut bersalawat dan mengucapkan salam, agar pujian indah bagi Nabi terkumpul secara utuh dari seluruh penjuru alam semesta.
Sementara itu, Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Jalaul Afham menambahkan sudut pandang yang sangat menyentuh hati. Beliau menegaskan sudah sepatutnya kaum muslimin membasahi lisan mereka dengan salawat dan salam sebagai bentuk syukur karena telah mengecap berkah dari perjuangan risalah beliau, yang membawa kemuliaan hidup di dunia hingga akhirat kelak.
Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Setelah Salat Fardhu yang Dianjurkan Rasulullah
Memahami Hakikat Arti Salawat dan Salam
Banyak pendapat yang bergulir di kalangan umat Islam mengenai definisi dan esensi dari shalawat untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Penafsiran yang dinilai paling kuat dan benar datang dari pandangan Abul Aliyah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya: “Sesungguhnya Salawat dari Allah itu adalah berupa pujian bagi orang yang bersalawat untuk beliau di sisi malaikat-malaikat yang dekat.”
Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama
Definisi ini juga diperkuat oleh pandangan Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin sebagai bentuk kekhususan dari rahmat-Nya yang bersifat umum.
Lalu, apa arti kata "salam" yang selalu beriringan dengan ucapan salawat tersebut? Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin menjelaskan "salam" berarti sebuah doa permohonan keselamatan dari segala bentuk kekurangan, cela, dan marabahaya.
Ketika seorang muslim merangkaikan ucapan salam bersamaan dengan salawat, maka terjadi sebuah keselarasan spiritual yang sempurna bagi dirinya. Melalui untaian kalimat salam, hal-hal buruk yang ditakuti oleh manusia akan lenyap dan dibersihkan dari kekurangan. Sedangkan melalui lantunan salawat, segala keinginan serta harapan baik di masa depan akan terpenuhi dengan jauh lebih sempurna.
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
Semoga dengan memahami keutamaan dan makna mendalam ini, kita semakin termotivasi untuk istikamah membasahi lisan dengan shalawat dan salam kepada Rasulullah di setiap waktu
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina