Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bagaimana Cara Bersalawat yang Benar? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Sunnah

Silvina • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:15 WIB
Kegiatan salawat yang digelar berjamaah di Jawa Timur (DOK ANTARA)
Kegiatan salawat yang digelar berjamaah di Jawa Timur (DOK ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Bersalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah, salawat juga termasuk ibadah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal ini seperti disampaikan Ustadz Abdullah Roy, Lc melalui laman konsultasi syariah. Menurut Ustaz Roy, Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Baca Juga: Rahasia di Balik Perintah Membaca Salawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam

Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:"Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersalawat kepadaku." (HR Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari.

Lafaz Salawat yang Paling Utama

Baca Juga: Jangan Terlewat, Ini Lima Waktu Terbaik Membaca Salawat

Menurut para ulama, lafaz salawat yang paling utama adalah Salawat Ibrahimiyah. Yaitu salawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah kepada para sahabat ketika mereka bertanya tentang cara bersalawat kepada beliau.

Salawat tersebut berbunyi:

"Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamidun majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamidun majid."

Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama

Artinya:

"Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan salawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Baca Juga: Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar

Keutamaan Salawat Ibrahimiyah

Ulama hadis terkemuka, As-Sakhawi, menjelaskan ketika Rasulullah mengajarkan secara langsung tata cara bersalawat kepada para sahabat, hal itu menunjukkan bahwa lafaz tersebut merupakan bentuk salawat yang paling utama.

Menurut beliau, Rasulullah tidak akan memilih untuk dirinya kecuali sesuatu yang paling mulia dan paling sempurna. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Zadul Ma'ad. Ia menegaskan tidak ada bentuk salawat yang lebih sempurna daripada Salawat Ibrahimiyah yang diajarkan Nabi kepada umatnya.

Baca Juga: Catat, Ini Manfaat Menghafal 10 Ayat Pertama Surat Al-Kahfi

Sementara itu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan bahwa sebaik-baik lafaz salawat adalah lafaz yang dipilih sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bolehkah Menggunakan Lafaz Salawat Lain?

Meski Salawat Ibrahimiyah merupakan yang paling utama, para ulama menjelaskan seorang Muslim tetap diperbolehkan mengucapkan bentuk salawat lain yang maknanya benar dan sesuai syariat.

Baca Juga: Luar Biasa, Ini Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat

Contohnya seperti: Shallallahu ‘alaihi wa sallam.dan Ash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah.

Namun demikian, umat Islam dianjurkan berhati-hati terhadap berbagai lafaz salawat yang mengandung unsur berlebihan dalam memuji Nabi atau mengandung makna yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Hukum Bersalawat dengan Nyanyian dan Irama Tertentu

Baca Juga: Jangan Langsung Main HP, Ini Enam Fadhilah Zikir Setelah Salat Fardhu

Ustaz Abdullah Roy menegaskan  seorang Muslim hendaknya menjauhi cara-cara bersalawat yang tidak memiliki dasar dalil yang jelas.Di antaranya adalah menjadikan salawat sebagai nyanyian dengan irama tertentu yang dijadikan ritual ibadah.

Menurut beliau, praktik tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi'in maupun tabi'ut tabi'in. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga ibadah salawat tetap sesuai tuntunan yang diajarkan Nabi dan dipraktikkan generasi awal Islam.

Meneladani Rasulullah dalam Bersalawat

Baca Juga: Ingin Dapat Istana di Surga ? Baca Surah Ini 10 Kali dalam Sehari  

Salawat merupakan amalan yang ringan di lisan namun besar pahalanya. Oleh sebab itu, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak salawat, terutama pada waktu-waktu yang dianjurkan syariat.

Agar memperoleh keutamaan secara sempurna, salawat hendaknya dibaca dengan lafaz yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, terutama Salawat Ibrahimiyah, serta menghindari berbagai bentuk dan tata cara yang tidak memiliki landasan dari Alquran dan Sunnah.

Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diwujudkan melalui ibadah yang benar dan sesuai tuntunan beliau.

Wallahua’lam bishawab

 

Editor : Silvina
#salawat yang benar #salawat sesuai sunnah #bacaan salawat #hukum salawat berirama #salawat ibrahim