Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jangan Lewatkan Salat Sunnah Sebelum Subuh, Rasulullah Selalu Menjaganya Meski Sedang Bepergian

Silvina • Selasa, 30 Juni 2026 | 14:13 WIB
Ilustrasi muslimah salat sebelum shubuh
Ilustrasi muslimah salat sebelum shubuh

 

PONTIANAK POST – Di antara berbagai ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam, terdapat satu amalan yang memiliki keutamaan luar biasa, yakni salat sunnah sebelum Subuh atau dikenal sebagai salat sunnah fajar. Ibadah yang hanya terdiri dari dua rakaat ini bahkan menjadi salat sunnah yang paling dijaga pelaksanaannya oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Keutamaan shalat sunnah fajar begitu besar hingga Rasulullah tidak pernah meninggalkannya, baik ketika berada di rumah maupun saat sedang melakukan perjalanan. Padahal, ketika safar beliau sering meninggalkan sebagian shalat sunnah rawatib lainnya.

Rasulullah Sangat Menjaga Salat Sunnah Sebelum Subuh

Baca Juga: Bolehkah Salat Dhuha Dilaksanakan Berjamaah? Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama

Dikutip dari laman muslim.or.id, keistimewaan salat sunnah sebelum Subuh dijelaskan dalam hadis dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha.

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu salat sunnah pun yang lebih beliau jaga daripada dua rakaat salat sunnah sebelum Subuh." (HR. Bukhari No. 1093 dan Muslim No. 1191).

Baca Juga: Keutamaan Salat Dhuha Lengkap Dalil Hadis, Dari Sedekah 360 Persendian hingga Pahala Haji dan Umrah

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan saat bepergian, Rasulullah tetap rutin mengerjakan salat sunnah fajar dan shalat witir. Bahkan, tidak terdapat riwayat yang menunjukkan beliau mengerjakan salat sunnah rawatib lainnya selama safar selain kedua ibadah tersebut.

Dua Rakaat yang Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya

Keutamaan terbesar salat sunnah fajar juga ditegaskan langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melalui hadis berikut.

Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya:"Dua rakaat salat sunnah sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya." (HR. Muslim No. 725).

Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang menjaga amalan ringan tersebut. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh keutamaan yang sangat agung ini.

Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Setelah Salat Fardhu yang Dianjurkan Rasulullah

Dilaksanakan dengan Ringan Sesuai Sunnah

Selain menjelaskan keutamaannya, Rasulullah juga memberikan contoh bagaimana melaksanakan salat sunnah sebelum Subuh, yakni dengan bacaan yang ringan tanpa mengurangi rukun dan kewajiban salat.

Dalam hadis dari Hafshah radhiyallahu 'anha disebutkan:

Baca Juga: Jangan Langsung Main HP, Ini Enam Fadhilah Zikir Setelah Salat Fardhu

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ

Artinya:"Apabila muazin selesai mengumandangkan azan Subuh dan waktu Subuh telah masuk, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan dua rakaat salat yang ringan sebelum iqamah." (HR. Bukhari No. 583).

Riwayat lain dari Aisyah radhiyallahu 'anha juga menyebutkan:

Baca Juga: Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat ? Ini Penjelasan Ulama  

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ

Artinya:"Dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan dua rakaat ringan antara azan dan iqamah salat Subuh." (HR. Bukhari No. 584).

Sampai Terasa Sangat Ringan

Baca Juga: Tak Hanya Pahala Berlipat, Ini  Istimewa Lain Salat Berjamaah Menurut Hadis  

Aisyah radhiyallahu 'anha bahkan menggambarkan ringannya salat sunnah tersebut melalui hadis berikut.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ حَتىَّ إِنِّيْ لأَقُوْلُ : هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ؟

Artinya:"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meringankan dua rakaat sebelum salat Subuh hingga aku bertanya, 'Apakah beliau membaca Al-Fatihah?'" (HR. Bukhari No. 1095 dan Muslim No. 1189).

Baca Juga: Hukum Sutrah atau Pembatas Salat, Wajib atau Sunnah? Simak Penjelasannya

Hadis ini menjadi petunjuk bahwa salat sunnah sebelum Subuh tidak dilakukan dengan bacaan yang panjang. Meski demikian, salat tetap harus dilaksanakan dengan sempurna, memenuhi seluruh rukun, syarat, dan kewajiban dalam ibadah.

Amalan Kecil dengan Pahala Sangat Besar

Salat sunnah sebelum Subuh merupakan salah satu amalan yang sederhana, namun memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikannya sebagai ibadah sunnah yang paling beliau jaga, bahkan ketika dalam perjalanan.

Baca Juga: Hukum Salat di Masjid bagi Laki-Laki, Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk membiasakan diri melaksanakan dua rakaat salat sunnah sebelum Subuh sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah sekaligus mengharap pahala yang nilainya lebih baik daripada dunia beserta seluruh isinya.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
#keutamaan 2 rakaat sebelum shubuh #salat sunah fajar #sunnah rasul #lebih baik dari dunia #amalam ringan berpahala besar