PONTIANAK POST – Meskipun salat Tahajud dapat dilaksanakan sepanjang malam setelah tidur. Namun Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan terdapat waktu yang paling utama untuk mengerjakan ibadah tersebut, yakni pada sepertiga malam terakhir.
Mengutip penjelasan Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc di laman Rumaysho, keutamaan waktu tersebut dijelaskan dalam sejumlah hadis sahih Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.
Allah Membuka Pintu Doa di Sepertiga Malam Terakhir
Baca Juga: Rajin Salat Tahajud, Ini Empat Kemuliaan yang Dijanjikan Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya:"Rabb kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni."
Baca Juga: Rajin Salat Tahajud, Ini Empat Kemuliaan yang Dijanjikan Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat
Hadis ini menjadi dalil utama bahwa sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang penuh rahmat dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa serta istighfar.
Meneladani Ibadah Nabi Daud AS
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam juga menyebut salat malam Nabi Daud 'alaihissalam sebagai salat yang paling dicintai Allah.
Baca Juga: Keutamaan Salat Dhuha Lengkap Dalil Hadis, Dari Sedekah 360 Persendian hingga Pahala Haji dan Umrah
Beliau bersabda:
إِنَّ أَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ
Artinya:"halat yang paling dicintai Allah adalah salat Nabi Daud. Beliau tidur pada separuh malam, bangun pada sepertiga malam, lalu tidur kembali pada seperenam malam."
Baca Juga: Bolehkah Salat Dhuha Dilaksanakan Berjamaah? Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Hadis ini menunjukkan bangun pada sepertiga malam merupakan amalan yang sangat utama.
Kebiasaan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam
Aisyah radhiyallahu 'anha juga menjelaskan Rasulullah biasa tidur pada awal malam, kemudian bangun pada akhir malam untuk melaksanakan Tahajud sebelum menyambut waktu Subuh.
Baca Juga: Mengenal Salat Sunnah Rawatib, Ibadah Pelengkap yang Sayang Dilewatkan
Kebiasaan tersebut menjadi teladan bagi umat Islam yang ingin memperoleh keutamaan salat malam sekaligus memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa.
Kesimpulan
Apabila seseorang mampu bangun pada sepertiga malam terakhir, maka itulah waktu terbaik untuk melaksanakan salat Tahajud. Selain mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, waktu tersebut juga menjadi saat yang penuh keberkahan, ketika doa-doa lebih mudah dikabulkan dan Allah Subhanahuwata’ala membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.
Wallahu a'lam bishawab.
Editor : Silvina