Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Rahasia Doa Mustajab Menurut Sunnah Nabi (Bag-1): Mulailah dengan Memperbaiki Adab Berdoa

Silvina • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:42 WIB
Ilustrasi seorang muslim sedang berdoa
Ilustrasi seorang muslim sedang berdoa

 

PONTIANAK POST – Setiap muslim tentu berharap doa yang dipanjatkannya didengar dan dikabulkan Allah Subhanahuwata’ala. Namun, terkadang ada yang merasa doanya belum juga terwujud sehingga mulai kehilangan semangat untuk terus memohon kepada-Nya.

Padahal, dalam Islam terdapat adab-adab berdoa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam agar seorang hamba semakin dekat dengan Allah dan memanjatkan doa dengan cara yang benar. Adab ini bukan sekadar tata cara, tetapi juga mencerminkan keyakinan, kesabaran, dan ketundukan kepada Sang Pencipta.

Mengutip penjelasan Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc. dalam laman Rumaysho, terdapat tujuh catatan penting mengenai adab berdoa yang patut diamalkan setiap muslim. Pada Bagian 1 ini akan dibahas tiga catatan pertama yang menjadi fondasi agar doa dipanjatkan dengan penuh adab sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Sebut Doa Lebih Cepat Dikabulkan Ketika Beristighfar di Waktu Ini

1. Jangan Pernah Berkata, "Aku Sudah Berdoa tetapi Belum Dikabulkan"

Salah satu kesalahan yang sering terjadi ialah merasa putus asa karena doa belum juga dikabulkan. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengajarkan agar seorang muslim tidak tergesa-gesa menunggu jawaban dari Allah Subhanahuwata’ala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk keburukan, tidak memutus tali silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa. Yang dimaksud tergesa-gesa ialah ketika seseorang berkata, "Aku telah berdoa berkali-kali, tetapi belum juga dikabulkan," kemudian ia merasa bosan dan berhenti berdoa. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim nomor 2735.

Baca Juga: Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriah Banyak Diamalkan, Benarkah Ada Tuntunannya?

Hadis ini memberikan pelajaran seorang muslim hendaknya terus berdoa tanpa kehilangan harapan. Allah Subhanahuwataala memiliki waktu dan hikmah terbaik dalam mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya.

Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan yang dimaksud tergesa-gesa ialah memutus doa karena merasa Allah belum mengabulkannya.

Belajar dari Ketekunan Malaikat dalam Beribadah

Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Saat-Saat Doa Paling Mustajab Menurut Ajaran Islam

Allah Subhanahuwata'ala menggambarkan ketekunan para malaikat dalam Surah Al-Anbiya ayat 19:

"Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula merasa letih."

Para ulama menjelaskan ayat ini menunjukkan para malaikat tidak pernah bosan maupun berputus asa dalam beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala. Sikap inilah yang seharusnya diteladani seorang muslim, termasuk ketika berdoa. Jangan berhenti berharap hanya karena keinginan belum terwujud.

Baca Juga: Makkah, Tempat Doa-Doa Diijabah

2. Hadirkan Hati Saat Memanjatkan Doa

Selain terus berdoa, seorang muslim juga diperintahkan menghadirkan hati ketika bermunajat kepada Allah Suhnahuwata’ala. Doa bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi lahir dari hati yang yakin akan pertolongan Allah.

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. Tirmidzi No. 3479, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).

Baca Juga: Simak Doa Rasulullah  untuk Orang yang Hendak Pergi Haji  Beserta Dalilnya

Hadis ini mengingatkan kekhusyukan dan keyakinan merupakan bagian penting dari adab berdoa. Semakin tulus seorang hamba memohon kepada Allah Subhanahuwata’ala, semakin besar pula harapannya untuk memperoleh rahmat dan pertolongan-Nya.

3. Mulailah Doa dengan Memuji Allah Subhanahuwata'ala

Adab berikutnya ialah mendahulukan pujian kepada Allah Subhanahuwata’ala sebelum menyampaikan permohonan.

Baca Juga: Kisah "Hijrah" Spiritual di Panti Rehabilitasi Bersinar Singkawang: Membasuh Luka Masa Lalu lewat Doa Bersama

Dalam hadis riwayat Muslim nomor 2696, Rasulullah Shalllahhu’alaihiwasallam mengajarkan seorang Arab Badui untuk terlebih dahulu mengucapkan kalimat tauhid, tasbih, tahmid, dan takbir sebelum memanjatkan doa.

Setelah itu, Rasulullah mengajarkan doa:"Allahummaghfir li warhamni wahdini warzuqni." Artinya, "Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan karuniakanlah aku rezeki."

Menurut penjelasan Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali, sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam adalah mendahulukan zikir dan sanjungan kepada Allah sebelum menyampaikan permohonan. Cara ini menunjukkan adab seorang hamba yang mengagungkan Rabb-nya sebelum meminta berbagai kebutuhan hidup.

Baca Juga: Jangan Asal Membaca, Ini Adab Membaca Alquran Sesuai Tuntunan Islam

Adab Berdoa adalah Cerminan Keimanan

Doa bukan sekadar menyampaikan keinginan kepada Allah Subhanhuwata’ala. Lebih dari itu, doa merupakan bentuk ibadah yang mencerminkan kesabaran, keyakinan, rasa tawakal, dan penghambaan seorang muslim kepada Rabb semesta alam.

Tiga catatan di atas menjadi dasar penting agar doa dipanjatkan sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. Namun, masih ada beberapa adab berdoa lainnya yang tidak kalah penting untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Bagian 2, Pontianak Post akan mengulas lanjutan rahasia doa mustajab menurut sunnah Nabi. Termasuk adab-adab lain yang dapat menyempurnakan doa seorang muslim sehingga semakin sesuai sunnnah.

Wallahu'alam bishawab 


Editor : Silvina
#sunnah nabi #adab berdoa #rahasia doa mustajab #memanjatkan doa #ibadah